dutapublik.com, CIREBON – Isu Hangat terkait pemekaran Kabupaten Cirebon Timur terus menjadi sorotan dari berbagai kalangan, pro-kontra terkait perlu tidaknya pemekaran Kabupaten Cirebon Timur terus bergulir hingga saat ini.
Pegiat Sejarah Raden Hamzaiya, menanggapi kabar tersebut mengungkapkan, bahwa ditilik dari aspek sejarah tak ada persoalan.
” Dari segi sejarah tidak ada persoalan” ujar Raden Hamzaiya. Selasa (1/11).
Raden Hamzaiya menuturkan bahwa sejarah gebang yang ada di wilayah Cirebon bagian timur sudah dianggap final, terutama terkait kedaulatan wilayah yang menyangkut tokoh Pangeran Sutajaya.
” Jelas sudah final terkait hal tersebut, apalagi dapat dibuktikan secara narasi ilmiah yang baru- baru ini terkait desertasi Dr. Tendi yang membahas persoalan cakupan wilayah kekuasaan Pangeran Sutajaya Gebang, ” ujar Raden Hamzaiya.
Sebagai wilayah yang berdaulat, dijelaskan Raden Hamzaiya, tentunya harus dapat dibuktikan dengan berbagai aspek kesejarahan, terutama menyangkut benda peninggalan arkeologi.
” ya jelas, dahulunya wilayah timur ini sudah berdaulat, kita dapat melihat penemuan bokor emas yang beratnya hampir satu kilogram yang ditemukan di wilayah babakan-gebang Cirebon Timur dan disimpan di museum Sri Baduga hingga saat ini, ” ujar Raden Hamzaiya.
” Sah-sah saja secara nilai kesejarahan, mangga para tokoh dan aktivis Cirebon Timur untuk bisa membuka terkait hal ini dalam forum dialog lebih lanjut,” tambahnya. (Hans).


