dutapublic.com, CIANJUR – Guna menjalin sinergitas antara awak media dan Polri, Kapolres Cianjur AKBP Doni Hermawan, S.H, S.I.K, M.Si., mengundang wartawan dari IJTI (Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia) dan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Yang ada di Kabupaten Cianjur, bertempat di Cafe Ninety yang beralamat di Jl. Ir. H. Juanda No.29, Bojongherang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Kegiatan silaturahmi yang dirangkai dengan kopi darat, sengaja dilaksanakan untuk lebih mempererat Tali silaturahmi dengan para wartawan Cianjur. Dalam kegiatan kopi darat tersebut terlihat keakraban antara Kapolres dan para wartawan.
Pada kegiatan tersebut turut hadir mendampingi Kapolres, Kapolsek Cianjur, Kasat Narkoba dan Humas Polres Cianjur.
Ketua IJTI Rendra, saat dihubungi dutapublic.com, lewat Handphone seluler (21/9) menjelaskan bahwa pertemuan kemarin merupakan suatu diskusi antara para wartawan dengan Kapolres Cianjur, dimana Kapolres memfasilitasi atau menginisiasi terbentuknya Pokja (Kelompok Kerja) dua profesi wartawan khusus di Polres Cianjur. Tujuannya agar mempermudah para wartawan ketika mencari informasi sehingga sudah terintegrasi serta terbangun komunikasinya.
“sekarang ini kan informasi secara utuh belum terbangun, informasi ada tapi tidak utuh, presentasinya masih kecil. Ya perlu adanya informasi-informasi kegiatan, mau ekspose dan kegiatan lainnya. Media juga tidak harus nyari-nyari informasi lebih jauh, karena sudah terintegrasi di sana, sehingga komunikasi terjalin terus, ” kata Rendra.
Lanjut Rendra, beliau ingin agar Pokja harus cepat terealisasi karena kemarin yang saya pegang perkataan beliau ya (Kapolres.red) tingkat pemberitaan di Cianjur terkait kemitraan dengan media, juga terkait berita-berita tentang Kepolisian perlu ada sarana penunjang dengan kawan-kawan supaya adanya sinergitas Pokja itu.
“Informasi pemberitaan itu rattingnya di Jawa Barat naik, selama ini kan tidak terbangun itu ruang informasi secara utuh. Ada memang, tetapi sifatnya ketika ada ekspose baru ada para wartawan. Padahal kan Kegiatan bukan hanya sebatas diekspose misalkan kegiatan Polantas, mau kegiatan Polwan banyak sebetulnya, hanya saja yang diberi ruang itu saja, bersifat untuk ekspose saja baru hadir semua, ga ada ekspose mereka (para wartawan.red) tidak pada datang ke Polres, ” Katanya lagi.
Masih kata Rendra, intinya informasi terintegrasi supaya setiap peristiwa-peristiwa yang terjadi apalagi peristiwa hukum di wilayah Cianjur.
“Mediapun mendapatkan informasi yang benar dari Kepolisian. Untuk mengantisipasi berita hoaks juga takutnya ada informasi dari medsos main di Facebook ikut menaikan berita tanpa ada narasumber dan tanpa adanya konfirmasi kan bahaya juga. Siapa yang menseleksi berita ini, siapa narasumbernya ko bisa muncul beritanya kan repot juga,” pungkasnya. (Nie/Hans).


