Ketua HIMMA Mempawah Anggap Kenaikan BBM Dapat Mencekik Masyarakat

491

dutapublik.com, MEMPAWAH – Pada hari Sabtu 3 September 2022 pemerintah resmi menaikkan harga BBM bersubsidi, diketahui Harga Pertalite naik dari Rp. 7.650, menjadi Rp 10.000, /liter. Kemudian harga solar subsidi naik dari Rp 5.150 jadi Rp 6.800/liter. Pertamax juga ikut naik hari ini dari Rp 12.500 jadi Rp 14.500/liter.

Menyikapi hal tersebut Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Madura Kabupaten Mempawah, Pathol Kurib, S.H menganggap nominal kenaikan BBM tersebut dapat mencekik masyarakat.

“Pemerintah pusat dalam menaikkan harga BBM subsidi disini terlalu berlebihan menurut saya, karna nominalnya sangat tinggi sekali dan hal ini saya rasa masyarakat akan keberatan dan bisa dikatakan secara sepihak akan mencekik keadaan masyarakat, ” tuturnya. 

Pathol Kurib juga mengatakan momentum kenaikan BBM tersebut dianggap masih belum tepat dengan keadaan masyarakat yang baru mulai bangkit dari dampak Pandemi.

Dikatakannya pula, seharusnya kebijakan ini dipertimbangkan dan difikirkan dengan arif dan bijaksana oleh pemerintah.

“Kita tahu dampak pandemi covid 19 itu sangat luar biasa. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaannya akibat pandemi. Saat ini masyarakat kebanyakan masih dalam tahap untuk bangkit dalam ekonomi, jadi menurut saya momentumnya tidak pas,” tambahnya.

Lalu, katanya melanjutkan “Tentu dalam hal ini saya selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Madura Kabupaten Mempawah dan para pengurus menolak keras atas kenaikan BBM Subsidi ini, Karana saya menganggap kebijakan ini bisa menyengsarakan rakyat, apa lagi rakyat kelas menengah kebawah,” tegas Pathol Kurib.

Masih kata Pafhol, “Bukan hal yang baru lagi, kenaikan BBM ini bisa jadi akan berdampak ke hal lainya, seperti bahan pokok ikut naik seakan ada sistem secara sistematis, kasian masyarakat yang terkena dampaknya,” pungkas pathol Kurib. (Yusri). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *