dutapublik.com – KARAWANG Harus beradaptasi dengan Covid-19, perkuat imunitas tubuh dengan pola hidup yang sehat. Ini sebenarnya cara Tuhan untuk memperbaiki ekosistem alam. Pesan singkatnya Industri bukan satu-satunya cara, untuk mencapai kepuasaan ekonomi, ada sektor pertanian, perikanan dan peternakan yang bisa di jadikan roh perekonomian, demikian ujar Ketua Umum FORSIKA (Forum Sinergitas Karawang), Paojan MS, S.E., M.Akt., belum lama ini kepada dutapublik.com.
Kata Paojan sudah saatnya meninggalkan Jakarta dan pulau Jawa yang mulai tidak bersahabat. Bisa dimulai di tempat lain seperti Kalimantan, Sulawesi dll yang lebih menunjang. Kuncinya adalah cara Tuhan untuk menyeleraskan keseimbangan alam.
Lalu sambung Paojan, Satgas Covid-19 harus berbenah, harus diisi tidak hanya oleh nakes dan TNI/Polri, tapi semua pihak yang terkait dengan fundamental ekonomi Indonesia. Satgas Covid-19 juga bukan penentu semuanya, karena pada hakekatnya hanya badan ad hoc yang bersifat sementara.
“Tugasnya lebih kepada koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan pandemi Covid-19. Eksekusinya tetap kembalikan kepada penyelenggaraan pemerintah di pusat dan daerah termasuk para kepala dinas,” ujar Akademisi Senior ini.
Lebih lanjut menurut Paojan, fenomenanya menjadi rancu sekarang ini karena kepala daerah dipastikan adalah kepala/ketua satgas. Sehingga terjadi benturan antara fungsi koordinasi dan fungsi instruksi, hal ini tentunya akan mempengaruhi struktur pemerintah di bawahnya.
Persoalan lain yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 dan Pemerintah dalam penanganan Covid-19 lebih mengedepankan kepada tabulasi data statistik penyebaran Covid-19 misalnya penetapan zona (merah, kuning dan hijau), berapa yang sembuh, dan berapa yang meninggal.
“Hal ini sebenarnya hanya akan menambah panik masyarakat yang pada akhirnya berpotensi pada meningkatnya angka kematian Covid-19. Seharusnya Satgas Covid-19 dan pemerintah fokus juga dengan upaya pencegahan. Misalnya memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya Prokes untuk pencegahan Pandemi Covid-19,” jelasnya.
“Gunakan APBD/N yang longgar, mulai batasi pola pencegahan dengan lock down (PSBB atau sejenisnya) yang juga sama-sama menguras APBD/N. Perkuat edukasi Prokes. Berikan program ke media dengan iklan-iklan yang menyejukan, yang cenderung menguatkan motivasi masyarakat untuk meninggalkan Covid-19,” sambungnya.
Bila perlu kata Paojan, kurangi pemberitaan tabulasi data Covid-19 yang cenderung meningkat. Lalu permudah elemen masyarakat untuk mengakses program vaksinasi gratis tidak hanya TNI dan Polri, tapi ormas juga bisa ikut berpartisipasi. (uya)





