dutaPublik.com, GARUT – Dalam semangat mempererat silaturahmi dan memperkuat sinergi antarorganisasi, Keluarga Besar KBI/Bio Energi Power (BEP) Kabupaten Garut bersama Yayasan Bakti Kujang Indonesia menggelar acara Halal Bihalal di bulan Syawal 1446 H.
Acara yang berlangsung pada 15 April 2025, bertempat di Jalan Ibu Noch Kartanegara No. 86, RT 01, RW 18, Kelurahan Sukamentri, Kabupaten Garut, dihadiri oleh seluruh anggota KBI/BEP serta anggota Yayasan Bakti Kujang Indonesia.
Ketua KBI/BEP Kabupaten Garut, Herni Suryani, dalam sambutannya menyampaikan bahwa momen Syawal merupakan waktu yang tepat untuk memperkuat ukhuwah dan semangat kebersamaan pasca-Ramadan. Ia juga menekankan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berkarakter.
“Halal Bihalal ini bukan sekadar ajang saling memaafkan, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun Garut yang lebih baik, dengan semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila,” ujar Herni.
Ketua Yayasan Bakti Masyarakat Kujang Santri, Mansur, turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara yayasan dan KBI/BEP akan terus ditingkatkan, khususnya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi umat.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala BPOKK DPD Partai Demokrat Jawa Barat, H. Ahmad Bajuri, SE., MM. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya membangun sinergitas antarelemen masyarakat, khususnya dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan memperluas ruang pengabdian untuk rakyat.
“Momentum Syawal ini hendaknya kita jadikan sebagai energi baru untuk mempererat persatuan. Kolaborasi antara organisasi kemasyarakatan, politik, dan lembaga sosial seperti ini sangat strategis untuk mempercepat kemajuan daerah,” ujar H. Ahmad Bajuri.
Acara Halal Bihalal berlangsung dengan penuh kehangatan. Selain sambutan dan tausiah Syawal dari ulama setempat, acara juga diisi dengan doa bersama, ramah tamah, serta penampilan seni budaya lokal yang menambah kekhidmatan suasana.
Momen ini menjadi simbol kuatnya semangat kolaborasi antara organisasi, yayasan, dan masyarakat dalam membangun Garut yang harmonis dan berdaya.
(Yaman)


