dutapublik.com, BEKASI – Di tahun 2013 di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi adalah tiga anak muda yaitu Nuryasin (Acin), Bisri, dan Ahmad Saefudin (Otoy) membuat gagasan sederhana yaitu membuat suatu komunitas yang bermaksud sosial kemanusiaan yang peduli pada anak yatim dan dhuafa, lalu tercetuslah nama KOPAZA Islam.
Komunitas ini mempunyai tiga program yang cukup unik namun sangat mungkin untuk kita teladani dalam pelaksanaannya yaitu Beasiswa untuk anak yatim dan dhuafa, joran pancing (pemberian modal usaha) untuk dhuafa, dan ikut membantu pembangunan sarana madrasah atau tempat ibadah masjid juga musholla.
Setahun kemudian pada 2014 mulailah mendapati anak asuh, dan hingga sekarang sudah ada 26 anak asuh yang kini bertebaran bersekolah di tiga pondok pesantren yaitu di Ponpes Hidayatul Mubtadiin di Singasari Jonggol Bogor (12 anak), Ponpes Al Muhajirin, Cikarang Pusat (7 anak), dan Ponpes Al Hudri Walibrah, Cikarang Utara (7 anak).
Rata-rata perbulan untuk biaya seluruh anak asuh ini berkisar antara 8 hingga 11 juta, itu sudah termasuk untuk biaya SPP dan biaya uang saku, ATK dan seragam yang kesemuanya itu biayanya diserahkan ke pondok pesantrennya, jadi tidak diserahkan kepada wali muridnya.
Tentang program yang kedua yaitu pemberian modal usaha bagi dhuafa juga dilakukan oleh komunitas ini yaitu dengan membuat beberapa warung kelontong dan warung makan di daerah Cikarang yaitu di SD Jatireja 03 dan SMP 1 Cikarang Timur.
Dasar pemilihan usaha ini karena usaha ini lebih cepat perputaran uangnya dan resiko lebih ringan karena KOPAZA Islam ini memberikan free permodalan. Untuk sebuah usaha warung kecil ini diperkirakan 10 jutaan sudah termasuk fisik bangunannya dan isi warungnya.
Tentunya dengan seleksi dan pantauan dari komunitas ini untuk menentukan siapa yang berhak mendapatkannya, yaitu yang benar benar memerlukannya, mempunyai tekad untuk mampu menghidupi keluarganya yang biasanya penerimanya adalah janda beranak dua atau lebih.
Untuk program yang ketiga terbilang cukup fantastis menurut penulis namun komunitas ini tetap eksis dalam pelaksanaannya, yaitu ikut membantu sarana madrasah atau masjid dan musholla. Beberapa yang sudah terlaksana adalah program amal lelang tanah dan bangunan di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadiin untuk para donatur, pembuatan tempat wudhu di masjid Kampung Binong Jatireja, membantu pembuatan kubah dan renovasi masjid di Ponpes Al Hudri Cikarang.
Untuk itu semua tentunya komunitas Kopaza Islam memerlukan dana yang tidak sedikit setiap bulannya dan Alhamdulillah selama ini didukung oleh beberapa donatur tetap sekitar 5 orang dan donatur tidak tetap sekitar 15 orang. donatur. Bertempat di kantor Kopaza Islam di Jatireja Cikarang Timur, Nuryasin sebagai salah satu inisiator sekaligus pengelola komunitas ini tentunya mengharapkan donasi dari para dermawan untuk disalurkan kepada anak yatim dan dhuafa melalui program komunitas ini, agar program kemanusiaan tetap konsisten berkesinambungan.
Sedangkan sarana media sosial komunitas ini yang dipergunakan sebagai dokumentasi publik tersedia di FB yaitu KOPAZA Peduli Yatim, Kobak (kompak berbagi), dan acin gepeng. Sedangkan di you tube yaitu KOPAZA Peduli Yatim.
Suatu gagasan yang sederhana tapi bisa membuat perubahan besar, dan sungguh mulia, dari anak anak muda, yang patut kita tiru. (dr. Nasrudin Thohar)





