Matrial Untuk Program Aladin Desa Dayeuhluhur Kualitasnya Ecek-Ecek, LPM Memilih Bungkam Saat Dikonfimasi

838

dutapublik.com, KARAWANG –Pengiriman matrial bangunan dalam Program Aladin (Atap, Lantai dan Dinding) Tahap ke Satu di Desa Dayeuhluhur Kecamatan Tempuran diduga tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Nampak Besi 8 Banci Hasil Pengiriman TB Cahaya Terang Kepada Penerima Manfaat Di Desa Dayeuhluhur

Pasalnya berdasarkan temuan di lapangan, ditemukan sejumlah kejanggalan dalam program ini. Patut diduga warga penerima manfaat dirugikan akibat matrial bangunan yang diterima berkualitas ecek-ecek dan tidak sesuai ketentuan.

Salah satu rumah penerima manfaat yang diinvestigasi dutapublik.com, diketahui dipasang kayu jongjing (kualitas ecek-ecek) untuk kusen rumah. Nampak terlihat jelas pemasangan kayu jenis jongjing ini walaupun secara sekilas.

Salah satu warga penerima manfaat yang tidak mau disebutkan namanya, mengaku tidak dapat berbuat apa-apa atas pengiriman kayu jongjing dari Toko Bangunan Cahaya Terang.

“Mau bagaimana lagi, kita mah cuma nerima barang, dikirimnya kayu jongjing ya kita mah pasrah,” ujar narasumber kepada dutapublik.com, Minggu (7/11).

Masih kata narasumber selain kayu jongjing yang dikirim, besi yang dipakai juga ukuran 8 banci (ukuran kecil).

Kembali ia hanya bisa pasrah dengan permainan yang diduga dilakukan TB Cahaya Terang yang beralamat di Pasirbuah Kecamatan Majalaya ini.

Bukan hanya kualitas yang diduga dimainkan, bahkan kuantitas barang juga diduga ikut dimainkan. Di beberapa penerima manfaat diketahui pengiriman semen ada yang hanya dikirim 10 zak, besi batangan 2 buah, dan lainnya.

Sementara itu, Ketua LPM Desa Dayeuhluhur selaku pimpinan proyek Aladin Tahap 1 ini, lebih memilih bungkam saat dikonfirmasi dutapublik.com via whatsapp. Hingga berita ini dipublikasikan, Rasam tidak kunjung menjawab permintaan konfirmasi. (uya)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *