dutapublik.com, CIANJUR – Ketua Srikandi Abpednas (Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional) terus menggenjot para perempuan-perempuan BPD (Badan Permusayawaratan Desa) Se Kab. Cianjur, untuk lebih maju, mandiri serta berdaya guna.
Untuk program Srikandi lebih perduli kepada perempuan-perempuan yang belum mempunyai surat nikah, maka sebagai bentuk keperdulian Srikandi terhadap para perempuan yang tidak mempunyai buku nikah yakni program Isbat Nikah.
Diharapkan semua BPD-BPD yang ada di seluruh Kabupaten agar mau Bergerak menjemput bola. Demikian dikatakan Ketua Srikandi Abpednas Kabupaten Cianjur Rini Pujiastuti, S, Kom., dalam acara Milad Srikandi Aboednas ke-3, bertempat di WNN BYPASS (24/9).
Kegiatan Milad Srikandi Abpednas ke-3 tersebut, dihadiri oleh Pendiri sekaligus Pembina Abpednas, Sekertaris ABPEDNAS Jawa Barat, Sekertaris DPC ABPEDNAS Cianjur, Camat Mande, Rella Nurrela, SSTP, M.Si., sebagai Pemateri, serta para BPD Perempuan Se-Kabupaten Cianjur yang tergabung di Srikandi Abpednas.
Rini menambahkan, Jangan sampai perempuan-perempan BPD di Kabupaten Cianjur diam atau bergerak ditempat.
Dikatakan Rini, perempuan itu harus punya harga diri, mandiri dan berdaya guna dan jangan sampai jadi “Pelakor”. Perempuan harus menjaga jati dirinya dengan tidak menggangu orang lain (Pelakor.red) karena sudah jelas ada aturan secara hukumnya.
‘Jangan coba-coba merendahkan harga diri kita, maka tarohannya dengan martabat sebagai seorang perempuan. Sehingga Srikandi menjadi Perempuan yang bermanfaat dan berkualitas, ” papar Rini.
Camat Mande, Rella Nueraella, saat menyampaikan materinya mengatakan bahwa perempuan menjadi salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Bagaimana cara mengaplikasikannya. Perempuan ini hanya bagian kecil dari bagian didesa.
“Keterwakilan perempuan wajib. Sering kali tidak dilirik dianggap hanya pelengkap saja. Kitalah yang harus mewarnai apa yang ada didesa, ” ungkap Rella.
Dijelaskan Rella, “perempuan merupakan Orang yang paling cerewet, tidak apalah justru kita yang harus paling bawel dan kritis justru Penghargaan yang sangat luar biasa buat kita semua, ” tandasnya.
Sementara Yuni, Anggota Srikandi Abpednas BPD desa Sabandar, di sela-sela kegiatan menyampaikan, “saya sangat antusias kegiatan ini bukan hanya euporia saja, namun untuk lebih meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kita tentang BPD yang seharusnya dilakukan oleh seorang perempuan, ” katanya.
Dimana perempuan, sambung Yuni, sebagai seorang Ibu Rumah Tangga sekaligus sebagai seorang perempuan wakil dari masyarakat yang ditunjuk sekaligus dipilih langsung oleh masyarakat. (Nie).



