dutapublik.com, MINAHASA – Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Minahasa, Drs. Arthur N. Palilingan, melalui Kabid Pengembangan Perpustakaan dan Pembudayaan Kegemaran Membaca, Olvianne Pelealu, Rabu (02/11/2022), di lokasi stand Pameran Minahasa Expo, dalam rangkaian Hari Jadi ke 594 Kabupaten Minahasa menyampaikan Dinas Perpustakaan menonjolkan tentang Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi sosial.
Dirinya memberi apresiasi kepada desa-desa di Kabupaten Minahasa yang telah menerima manfaat pada program Perpustakaan Nasional diantaranya; Desa Kembuan Kecamatan Tondano Utara, dan 3 desa penerima manfaat di tahun sebelumnya diantaranya Desa Leilem Kecamatan Sonder, Desa Watumea Kecamatan Erisdan, dan Desa Kanonang Tiga Kecamatan Kawangkoan Barat.
“Kedepan ada desa-desa lainnya yang akan mendapatkan program manfaat tersebut, sehingga di era digital saat ini perpustakaan bukan hanya tempat membaca, pinjam buku akan tetapi sebagai wadah untuk masyarakat baik muda maupun tua untuk menimba ilmu lewat membaca bahkan sebagai saluran informasi meraih kesuksesan lewat inovasi yang dicapai,” tukasnya.
Oleh karena itu Dinas Perpustakaan Kabupaten Minahasa melalui program ini, berupaya untuk merevitalisasi fungsi perpustakaan umum berbasis inklusi sosial. “Selaras dengan manifesto perpustakaan umum dalam mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu sesuai arahan dari Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando, dalam beberapa kegiatan bahwa saatnya perpustakaan terlibat penuh dalam mendukung program Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s).
Perpustakaan dituntut tidak lagi sekadar memberikan layanan saja tetapi juga memperhitungkan dampak dari layanan yang diberikan, apalagi dalam pemulihan ekonomi dalam negeri, perpustakaan memiliki peran penting sebagai ruang terbuka bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup.
“Perpusnas telah membangun paradigma dengan berorientasi pada pemanfaatan sumber daya perpustakaan dengan proporsi terbesar adalah perpustakaan untuk transfer pengetahuan melalui program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan perpustakaan,” tandasny.a. (EffendyV.Iskandar)



