Momentum Hari Jadi Garut, Bupati Ingatkan Arti Perjuangan Para Pahlawan Garut

408

dutapublik.com, GARUT – Bupati Garut H. Rudy Gunawan pimpin Apel Gabungan terbatas di Lapangan Sekretariat Daerah Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul.

Bupati Garut, Rudy Gunawan dalam pidatonya menyampaikan pada para peserta apel di tengah momentum Hari Jadi Garut ke-209 (HJG) tentang perjuangan para pahlawan dahulu yang sudah mewujudkan Garut yang tata tentrem kerta raharja.

“Saya selaku Bupati Garut, mengingatkan, perjuangan untuk mewujudkan masyarakat Garut yang tata tentrem kerta raharja dilakukan secara estafet, hanya 5 tahun sekali sesuai dengan peraturan perundang undangan,” ujar Bupati Garut.

Lebih lanjut Rudy, hingga saat ini sudah melalui perjalanan panjang sejak tahun 1813. Ia berharap pihaknya yang terlibat langsung dalam pemerintah di Kabupaten Garut, bisa menorehkan sejarah yang bagus bagi kota yang berjuluk Swiss Van Java ini.

“Untuk itu saya berharap untuk bisa menorehkan sejarah yang bagus, dari mulai 1813 Kanjeng Dalem Adi Widjaya, yang kita legasikan namanya sebagai sarana olah raga Kanjeng Dalem RAA Adi Widjaya. Nama tersebut adalah Bupati Garut yang pertama, putra dari Pangeran Kornel dari Sumedang,” jelas Rudy.

Rudy juga menerangkan ia dan dr. Helmi masa baktinya akan berakhir pada tahun 2024, dimana pada prosesnya nanti bulan November akan ada Pilkada untuk memilih kembali bupati selanjutnya.

“Saya rasa Wakil Bupati dan diri saya telah berhasil menciptakan satu sejarah baru, dengan dibangunnya salah satu infrastruktur jalan yang menghubungkan Kecamatan Kadungora sampai ke Kecamatan Tarogong Kaler dan juga jalan yang membentang melewati kaki Gunung Guntur. Ada sejarah saya dan dr. Helmi juga saudara-saudara sekalian, sejak tahun 1813 tidak ada jalan baru yang namanya Jalan Lingkar Luar Kadungora sampai dengan ke Kecamatan Tarogong Kaler yang panjangnya hampir 20 Kilometer,” katanya.

‘Dan kita namai dengan Jalan Soekarno Hatta, insya Allah kita buat dan saya selesaikan dengan dr. Helmi, sejak 1813 tidak ada jalan yang membentang begitu indahnya pemandangan di kaki Gunung Guntur sepanjang 6 Kilometer, itu adalah kita nama dengan jalan Letnan Jenderal Ibrahim Aji,” pungkasnya. (yaman)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *