dutapublik.com, CIANJUR – Musyawarah Cabang (Muscab) ke-2 PGIN (Perkumpulan Guru Inpassing Nasional) Kabupaten Cianjur dilaksanakan pada Selasa (12/7). Dalam Muscab tersebut ratusan guru inpassing yang tergabung dalam Perkumpulan Guru Inpassing Nasional (PGIN) Kabupaten Cianjur menghendaki kenaikan status dari guru honor menjadi ASN, pasalnya sudah selama puluhan tahun mengabdi sebagai tenaga pendidik di Madrasah-madrasah yang berada di bawah Kementerian Agama.
Tercatat ada sebanyak 715 orang guru swasta berstatus inpassing yang berada di bawah Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, ungkap ketua PC PGIN, Kabupaten Cianjur Nining Hasanah seusai Muscab ke-2 PGIN Cianjur bertempat di gedung Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur Jalan Raya Bandung KM 1 Sadewata Cianjur.
Ia terpilih kembali secara aklamasi sebagai ketua PC PGIN Kabupaten Cianjur masa bakti 2022-2024,
Saat ditemui awak media setelah pelantikan ia menyatakan bahwa tujuan pgin sesuai dengan program yaitu menuju ASN. Jika tidak sampai ASN ia berharap guru inpassing mendapatkan kesetaraan status dengan kenaikan gaji dan kesejahteraan.
Di bawah kepemimpinannya, ia berharap keinginan guru inpassing yang tergabung dalam PGIN Cianjur dapat segera terealisasikan.
“Saya berharap mudah-mudahan lebih cepat terealisasi untuk kedepannya menjadi ASN atau PPPK, kalaupun tidak kami mengajukan kesesuaian golongan di SK infassing,” katanya.
Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur Drs. H. Asep Hidayat mengatakan bahwa pihaknya akan memfasilitasi keinginan dan harapan para Guru Inpassing tersebut.
“Intinya ingin naik status karena banyak yang sudah puluhan tahun mengabdi sebagai tenaga pendidik, tetapi anggaran dari Kemenag pusat belum ada, mudah-mudahan tahun ini dapat terealisasikan,” katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa keinginan para guru adalah hak yang harus direalisasikan, terlebih IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Kabupaten Cianjur relatif masih rendah.
“Ada kaitannya dengan IPM, sehingga SDM seperti guru Inpassing sebagai tenaga pendidik harus diperhatikan kesejahteraannya,” pungkasnya.
Sementara itu Nina Farida (50) salah seorang guru inpassing yang hadir dalam kegiatan Muscab tersebut saat dikonfirmasi menyatakan keinginannnya bahwa ia bersama rekan seperjuangannya sangat berharap menjadi ASN atau PPPK sebagaimana yang telah ia perjuangkan selama ini bersama PGIN.
“Harapan kami sebagai guru Inpasing di madrasah swasta, diangkat menjadi ASN atau menjadi PPPK dan minimalnya penggajihan disesuaikan dengan golongan dan masa kerja diperhitungkan. Dimana banyak guru inpassing di Madrasah itu sudah lama mengabdi/mengajar selama puluhan tahun,” harapnya. (Han)


