Nyai Qudsyiyah Walid Motivasi Jamaah Permata Al -Fathonah KMA : Bagi Tiga Resep Menggapai Keluarga Bahagia Agar Suami Tidak Selingkuh

661

dutapublik.com, KUBU RAYA – Nyai Qudsyiyah Walid memotivasi Jama’ah Majelis Taklim Masjid Nurul Jannah Pematang Rambai Hulu salah satu Anggota Jamaah Persatuan Majelis Taklim Permata Al Fathonah Desa Kuala Mandor A, Kecamatan Kuala Mandor B, Kubu Raya, Minggu (26/12).

Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tema “Mengaji dan Menyantuni Anak Yatim”. Kegiatan ini juga Dalam Rangka pertemuan rutin Pengajian Permata tiap 2 bulan sekali, sekaligus refleksi akhir tahun dan awal tahun.

Acara yang diisi oleh Nyai Qudsiyah Walid Pengasuh Ponpes Darun Nasyiin Al Hamdiyah Ambawang Kuala dan Ustazah Atalia, S.I.Kom., Mullah dan Penyuluh Kecamatan Ambawang Kuala ini dihadiri oleh 17 Majelis Taklim se Desa Kuala Mandor. Acara ini berjalan lancar dengan dalam kondisi cuaca yang cerah.

Dalam sambutannya, Ust. Qomaruzzaman selaku Pendiri dan Ketua Pembina Permata Al Fathonah menyampaikan beberapa hal kepada penceramah dan para jemaah. Pertama bahwa Permata Desa Al Fathonah awal berdirinya sejak tahun 2015 dan jumlah anggota 5 majelis taklim dan seiring berjalannya waktu hingga tahun 2018 sampai tahun 2021 ini. Anggotanya menjadi 16 Majelis taklim dan sampai Desember 2021 ini dengan terbentuknya majelis taklim Muallaf Dusun Jelau.

“Maka anggota Permata menjadi 17 Majelis Taklim dan ini merupakan sebuah berkah dan kebanggan sendiri bagi desa kita. Karena setiap kampung di Desa Kuala Mandor A telah berdiri Majelis Majelis Taklim,” paparnya.

Kedua, dalam kegiatan-kegiatan Permata selama ini cukup banyak seperti pengajian mingguan atau 2 minggu sekali seperti pembacaan yasin, tahlil, shalawat barzanji dan pengajian keagamaan yang bersifat tematik.

Selain itu, Permata juga sering mengadakan pembinaan dan pelatihan seperti pelatihan perawatan jenazah, seni hadrah, pendampingan masalah-masalah keluarga, santunan anak yatim, wisata religi serta lomba antar majelis taklim setiap bulan Muharram.

Khusus majelis taklim Nurul Jannah Pematang Rambai Hulu, memiliki program pengajian mingguan ibu – ibu dimana diwajibkan selalu membawa beras seikhlasnya.

“Kemudian dibeli oleh tuan rumah pengajian dan uangnya dikumpulkan menjadi kas khusus untuk Santunan Anak Yatim dan pada acara kali ini anak yatim yang disantuni berjumlah 34 orang diambil dari masing-masing Majelis Ta’lim dua orang,” ujarnya.

Ketiga, bahwa Permata Al-Fathonah yang notabene di bawah naungan BKMT Kecamatan Kuala Mandor B salah satunya anggotanya telah menjadi pengurus Fatayat dan Muslimat, maka perlu adanya sinergi antara Permata dengan Fatayat/Muslimat terlebih selama ini ritual keagamaan yang dipraktekkan dalam keseharian dan dalam pengajian oleh jama’ah majelis ta’lim. “Anggota Permata Al-Fathonah adalah ritual tradisi ke NU-an, jadi sinergistias program ini sangat diperlukan,” lanjutnya.

Dan yang Keempat, dalam waktu dekat Permata Al – Fathonah akan membuat pengadaan Kalender untuk tahun 2022, dimana dalam kalender tersebut dipasang foto anggota dan Pembina masing-masing majelis taklim, kemudian keuntungannya masuk menjadi kas masing-masing taklim, dan Permata hanya memfasilitasi dana modal pencetakan.

Dalam kegiatan “Mengaji dan Menyantuni Anak Yatim” kali ini karena momennya bertepatan dengan ‘Natal’ dan peserta acara terdapat peserta yang mualaf dari Jelau maka Ustazah Atalia menjadi penceramah, pertama dengan materi memberi motivasi pada Jamaah umumnya dan pada Jamaah mualaf khususnya.

Ia menceritakan pengalaman dia manjadi mualaf sampai menjadi pengurus Yayasan Dzah Hijra, BKMT kecamatan, Permata Desa Ambawang, Pembina beberapa majelis Taklim, Anggota Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Dai Baznas Kalbar serta Penyuluh Agama KUA Kecamatan Ambawang Kuala.

“Seorang muallaf mau bersungguh-sungguh dalam mempelajari agama Islam dan mau mensyiarkan Islam. Jadi, masak iya ibu-ibu yang Islam sejak lahir tidak semangat belajar dan syiar Islam, terlebih bagi saudara-saudaraku yang mualaf maka perkuatkan akidah, pemahaman agama dan yakinlah bahwa Islam Agama yang paling benar,” jelasnya.

Lebih lanjut istri dari Ketua Lembaga Dakwah NU (LDNU) Kubu Raya ini menuturkan, perjalanan menjadi mualaf hingga capain saat ini, cukup banyak ujian yang dilewati, setiap orang diuji dengan ujian masing-masing. “Setiap orang memiliki masa lalu, aib dan dosa, maka semua itu jadikan pelajaran bermutu untuk terus berusaha menjadi insan yang lebih baik ke depan.”

Dalam kesempatan yang sama, Nyai Qudsyiyah Walid menyampaikan bahwa ibu-ibu yang hadir di pengajian ini adalah orang-orang yang dicintai Allah dan rasulnya sehingga diketuk hatinya berjalan menuju kesini belajar agama dengan niat ibadah dan berupaya menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk suami dan anak-anak.

“Oleh karenanya untuk mencapai keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah perlu dibekali dan dipelajari konsep menjadi ibu rumah yang baik dan disayang suami. Karena bagi seorang istri surga itu cukup mudah, cukup shalat 5 waktu, puasa Ramadhan, taat pada suami dan menjaga kehormatan diri atau keluarga, maka ia akan masuk surga melewati pintu mana saja yang ia suka,” terangnya.

Putri Pertama dari Alm. KH. Abdus Syakur Pendiri Pertama Ponpes Darun Nasyiin ini, juga menanggapi salah satu pertanyaan dari Jemaah, “bagaimana agar suami tidak Selingkuh?” Ia menjawab resep untuk menggapai keluarga sakinah dan agar suami tidak berselingkuh maka hendaknya para istri harus memperhatikan tiga hal yaitu, pertama dalam arti istri harus pintar berdandan dan selalu berupaya tampil cantik. “Untuk menyenangkan suami, jangan sampai suami tidak senang melihat istri bisa-bisa berpaling suami pada orang lain,” ujarnya.

Kedua seorang Istri harus menjaga perut, maksudnya adalah harus selalu berupaya membuat masakan yang menjadi kesukaan suaminya atau memasak yang menunya sesuai permintan suami. Karena kalau tidak para suami lebih enak jajan diluar.

Terakhir seorang istri juga wajib membuat servis yang maksimal untuk suami. Istri semaksimal mungkin atau terus berusaha dapat tampil seksi, mesra dan romantis dihadapan suami termasuk servis memuaskan hasrat suami harus dimaksimalkan. (Abshor) 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *