dutapublik.com, TANGGAMUS – Dugaan kekerasan yang dilakukan oleh DH oknum guru SMP Erlangga, Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus, beberapa waktu lalu membuat heboh dunia pendidikan di Tanggamus. Untuk memenuhi kaidah keberimbangan berita, akhirnya dutapublik.com berhasil mengkonfirmasi DH, dalam keterangannya DH mengakui melakukan kekerasan fisik berupa tower-tower dan bukannya menempeleng.
“Saya tidak kaplok, cuma saya tower tower saja,” ujar DH saat dimintai penjelasannya oleh awak media di ruang Kepala Sekolah SMP Erlangga pada Sabtu (28/9/2024).
DH tidak menyangkal telah main tangan terhadap enpat siswanya. Namun DH membantah melakukan pukulan melainkan cuma sebatas tower tower saja agar mereka mengakui jika benar mereka telah melakukan pemalakan dan bullying
Terkait informasi kalau anak anak sudah masuk kelas dan telah menunggu lama guru tak masuk kelas, DH menerangkan bahwa itu bukan jam mengajarnya. “Karena saya di jam kedua, saya datang tepat waktu, pada saat saya datang anak anak ini ada tapi kenapa kok gak masuk kelas.”
“Karena saya tanya sama anak anak yang lain mereka mengatakan kalau ke empat siswa ini baru saja keluar dan saya juga sempat mencari mereka. Bahkan saya datangi rumah mereka satu persatu, saya tanya ke orang tua mereka dan dijawab mereka ya sekolah, saya mencari mereka. Sampai ke SD di atas hanya di gereja yang gak saya datangi tapi saya tak menemukan mereka,” jelas DH.
Tetapi betapa terkejutnya ia setelah kembali ke sekolah. Karena salah satu warga melapor kalau anaknya dipalak dan dibullying oleh ke empat anak ini. “Saya sudah berupaya mencari mereka, namun tak membuahkan hasil ditambah lagi ada laporan warga anaknya dipalak dan dibullying sama empat anak ini. Maka tas dari keempat anak ini saya amankan saat sekolah sudah waktunya pulang empat anak ini datang untuk mengambil tas mereka, disitu lah mereka saya tanya terkait pemalakan dan bullying, tapi anak anak ini tak mengakui, saya minta mereka jujur , supaya mereka mengaku maka nya mereka saya noer agar mengaku bukan saya kaplok,” ungkapnya.
“Yang jelas udah saatnya untuk pulang tiba tiba keempat anak ini datang ke sekolah untuk mengambil tas mereka karena kita sudah mendapatkan laporan dari warga, maka saya tanyakan kepada keempat siswa ini dan mereka tidak mau mengakui, makanya saya toer toer supaya mereka ini mengakui dan gak mungkinlah kalau saya melakukan tamparan sama mereka,” pungkasnya.
Masih di tempat yang sama Kelapa sekolah SMP Erlangga Agung Basori saat dimintai Konfirmasi awak media mengatakan mengapa ia tidak mengangkat telepon dan tak membalas pesan karena ia belum tau kejelasan dari informasi itu jadi ia belum ada bahan untuk menjelaskan.
“Takutnya saya memberikan tanggapan dan saya belum tau persoalan yang sebenarnya nanti salah lagi ketimbang salah ya mending saya diam dulu, setelah saya tanyakan dengan dewan guru dan mereka menjelaskan itulah kronologisnya sesuai apa yang disampaikan oleh ibu DH,” pungkasnya.
Di tempat terpisah menyikapi apa yang disampaikan oleh DH pada awak media, saat dihubungi awak media dutapublik com via sambungan WhatsApp paman korban mengatakan kalau cuma tower tower tidak mungkin anaknya sampai nangis dan juga kalau cuma nempeleng satu dua kali iaa juga maklum.
“Dan masa sih anak SMP tidak bisa membedakan mana yang noer dan mana yang tempeleng, kalau pun bu DH bilang cuma tower itu hak mereka mencari kebenaran, dan kebetulan Abang nelpon anaknya ada di rumah ada baiknya Abang tanyakan langsung sama anaknya biar lebih jelas karena dia yang mengalami dan merasakan,” jelasnya.
Saat ditanya oleh awak media dutapublik siswa korban dugaan kekerasan oleh oknum guru SMP Erlangga Kota Agung Timur mengatakan bahwa ia dan tiga temannya ditempeleng oleh DH. “Ia om memang benar kami berempat ditempeleng sama bu DH dan kami juga tidak sempat untuk menjelaskan karena bu DH lansung pak pok pak pok gitu aja, kalau bu DH bilangnya cuma noel. Tapi kalau cuma noel kan gak sakit ini kan kerasa sakitnya apa lagi gak cuma sekali atau dua kali tapi nyampe sepuluh kali bahkan ada yang satu lebih banyak bu DH nampar dia ketimbang kami bertiga,” jelasnya.
Kemudian awak media menghubungi salah satu orang tua siswa terkait apa yang disampaikan oleh bu DH pada media. Orang tua siswa menegaskan bahwa itu haknya Bu DH. Kata orang tua siswa tapi walaupun anak itu bolos apakah tidak ada cara lain dan tidak harus menempeleng.
“Kalau memang benar bu DH mengatakan seperti itu saat dikonfirmasi wartawan cuma hanya noel, supaya permasalahan ini jelas kapan kita diketemukan dengan bu DH, kami siap datang ke sekolah bersama anak kami, karena pemukulan itu yang kami gak terima, silahkan pihak sekolah hadirkan bu DH,” pungkasnya. (Sarip)


