Pagar dan Lapangan Upacara Tidak Kunjung Dibangun, SMPN 3 Jatisari Tagih Janji Pemkab Karawang

191

 

 

dutapublik.com, KARAWANG –
Ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai sangat menunjang kelancaran proses belajar mengajar (KBM). Selain itu, pengawasan terhadap para siswa juga akan lebih terkendali dan terkoordinasi.

SMPN 3 Jatisari, yang beralamat di Dusun Bumi Cikampek Baru, Desa Balonggandu, Kecamatan Jatisari, merupakan salah satu sekolah yang memiliki perkembangan sangat pesat. Setiap tahun ajaran baru, jumlah calon peserta didik yang mendaftar selalu meningkat. Hal ini tidak terlepas dari penataan manajemen sekolah serta peningkatan kualitas sarana prasarana dan SDM tenaga pendidik.

Namun demikian, masih ada beberapa kebutuhan sarana prasarana yang dirasa belum terpenuhi, yaitu pembangunan pagar sekolah dan peningkatan (improvement) lapangan upacara.

Berdasarkan kondisi di lapangan, lingkungan SMPN 3 Jatisari memang belum memiliki pagar dinding, sementara lapangan upacara masih berupa lahan biasa. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu aktivitas dan proses KBM.

Pendi Ependi, SE, saat berbincang dengan awak media Dutapublik.com Karawang, mengatakan bahwa pemagaran dan peningkatan lapangan upacara menjadi kebutuhan mendesak bagi sekolah.

“Sarana prasarana sangat penting bagi kami. Saat ini, yang paling dibutuhkan adalah pagar dinding dan peningkatan lapangan upacara,” ujarnya, Rabu (26/11/2025).

“Jika sekolah sudah memiliki pagar dinding, pengawasan terhadap siswa akan lebih terkendali. Sementara peningkatan lapangan upacara nantinya bisa multifungsi untuk berbagai kegiatan lainnya,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMPN 3 Jatisari, H. Su’aedi, S.Pd, beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa pihak sekolah telah mengajukan proposal pembangunan sarana tersebut kepada pemerintah dan dinas terkait.

“Untuk memenuhi kebutuhan sarana prasarana yang sangat mendesak, yaitu pemagaran dan peningkatan lapangan upacara, kami sudah mengajukan proposal kepada pemerintah dan dinas terkait,” ujarnya.

“Progresnya saat ini sudah pada tahap survei dan pengukuran. Namun hingga kini belum terealisasi. Kami berharap pemerintah atau dinas terkait dapat segera merealisasikannya dalam waktu dekat,” pungkasnya. (Endang Andi)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *