dutapublik.com, SLEMAN, YOGYAKARTA – Pelatihan Therapy Banyu Urip Internasional dengan metode Banyu Urip digelar di Sleman, Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi ajang pendalaman ilmu terapi sekaligus mempererat silaturahmi antar terapis lintas provinsi.
Sebanyak 15 terapis dari Jawa Timur dan Jawa Tengah mengikuti pelatihan tersebut. Mereka hadir dari berbagai kota dengan tujuan meningkatkan kemampuan serta wawasan dalam bidang terapi kesehatan.
Pelatihan dipimpin langsung oleh Owner Therapy Banyu Urip Internasional, Sertu M.S. Arifin. Kehadiran beliau menjadi motivasi tersendiri bagi para peserta karena mereka belajar langsung dari penggagas metode Banyu Urip tersebut.
Dalam sesi pelatihan, Sertu M.S. Arifin menyampaikan materi secara lengkap dan sistematis, mulai dari filosofi dasar Banyu Urip, pemahaman energi air, teknik terapi, cara mendeteksi keluhan pasien, hingga praktik langsung penanganan yang benar dan aman.
Suasana pelatihan berlangsung hidup dan interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya, berdiskusi, serta mempraktikkan teknik yang diajarkan sehingga materi lebih mudah dipahami.
Sertu M.S. Arifin menyampaikan pesan bahwa kesehatan merupakan aset paling berharga. “Jaga kesehatan karena kesehatan itu yang utama,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa terapi Banyu Urip tidak hanya bertujuan membantu pemulihan setelah sakit, tetapi juga sebagai upaya pencegahan agar tubuh tetap segar dan bertenaga. Ia mengajak para terapis untuk terus mengedukasi masyarakat menjaga kesehatan sejak dini.
Siti Nurmeimanah yang akrab disapa Nyi Tanjung, terapis senior asal Surabaya, menyatakan sependapat dengan pesan tersebut. “Jagalah kesehatan selalu sebelum kita sakit,” ujarnya.
Menurut Nyi Tanjung, banyak masyarakat baru mencari terapi setelah kondisinya memburuk. Padahal menjaga kesehatan sejak awal dinilai lebih baik daripada mengobati ketika sudah sakit. Ia mengaku mendapatkan ilmu baru terkait teknik dan pendekatan kepada pasien selama pelatihan ini.
Selama kegiatan, para peserta saling bertukar pengalaman, berbagi kasus penanganan, serta membahas tips agar layanan terapi semakin dipercaya masyarakat. Interaksi hangat membuat pelatihan terasa seperti pertemuan keluarga besar Therapy Banyu Urip Internasional.
Para peserta menyatakan senang dan antusias karena mendapatkan ilmu baru, teknik yang lebih mendalam, serta wawasan kesehatan yang lebih luas. Ilmu tersebut diharapkan dapat diterapkan untuk melayani masyarakat di daerah masing‑masing dengan lebih profesional.
Di akhir kegiatan, para peserta berharap pelatihan serupa terus diadakan secara rutin agar Therapy Banyu Urip Internasional semakin berkembang, solid, dan dikenal luas di Indonesia maupun mancanegara.
Dengan berakhirnya pelatihan di Sleman ini, para terapis asal Jawa Timur dan Jawa Tengah diharapkan menjadi duta kesehatan di wilayahnya, menyebarkan manfaat metode Banyu Urip serta mengajak masyarakat menjaga kesehatan sejak dini.
Catatan Redaksi: Berita ini mengangkat klaim dari Therapy Banyu Urip Internasional. Belum ada konfirmasi resmi bahwa metode tersebut merupakan pengobatan medis yang terstandar. Disarankan menyertakan pesan agar masyarakat tetap berkonsultasi kepada tenaga medis untuk penyakit yang serius sebelum dipublikasikan.
(Yasin Al Amin)



