Duta Publik

Penemuan Mayat Di Desa Tambangan Diduga Keras Korban Penembakan 

153

dutapublik.com, MADINA – Pasca penemuan sesosok mayat pria di Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal Jumat (26/01/2024) yang lalu, kini mulai mendapatkan titik terang. Diketahui korban bernama Putra Habibi warga Kelurahan Pasar Maga.

Pihak keluarga yang ditemui oleh awak media Duta Publik di Kelurahan Pasar Maga Kecamatan Lembah Sorik Marapi menyebutkan, tidak mengetahui apa penyebab sehingga menyebabkan saudara mereka meninggal dunia. “Kami dari pihak keluarga ingin mengetahui apa penyebab dari meninggalnya saudara kami ini secara terang benderang, kami sudah ikhlas namun kalaupun dia bersalah mohonlah dijelaskan apa salahnya. Sekarang dia (korban) sudah meninggal dunia itu mungkin sudah jalannya. Kami berharap ada penjelasan dari pihak kepolisian atas meninggalnya saudara kami ini,” ucap Irwan Saleh.

Dia juga menambahkan korban saat itu diantarkan menggunakan mobil ambulance dan dikawal sejumlah polisi berpakaian lengkap dan sebagian lagi menggunakan baju preman. Pihak keluarga juga menyebutkan tidak diperbolehkan untuk melihat kondisi dari korban, hanya diperbolehkan melihat wajahnya saja dan seterusnya di kebumikan di pemakaman umum desa setempat Sabtu (27/01/2024) .

Pihak keluarga saat ini mengharapkan adanya keadilan, dan meminta penjelasan dari aparat kepolisian apa penyebab korban sampai menghembuskan nafas terakhir.

Pasca penemuan mayat tersebut, Media Duta Publik melakukan konfirmasi kepada Kasatnarkoba Polres Madina melalui sambungan telepon, dia menyebutkan korban meninggal akibat kena tika. “Itu bukan penemuan mayat itu kena tikam,” ucapnya menggunakan bahasa daerah.

Menurut sejumlah tetangga, korban dikenal sebagai pemuda yang baik dan tidak banyak tingkah dan korban diketahui berprofesi sebagai tukang panen padi di sawah.

Sebelumnya telah beredar informasi penemuan mayat bersimbah darah, selain itu ditemukan pula satu unit sepeda motor jenis Yamaha MX di Saba Lombang, sekitar pukul 04.00 Wib dinihari.

Mengetahui hal ini Jumat sekitar pukul 11.00 siang, Awak media mencoba mendatangi instalasi pemulasaraan jenazah di RSUD Panyabungan, namun saat itu pintu dari ruangan tersebut digembok. Menurut info yang didapatkan korban diantar oleh beberapa orang ke rumah sakit sekitar pukul 08.00 pagi.

Masih di lokasi awak media pun mencoba menggali informasi dari beberapa orang petugas di pemulasaraan jenazah. “Iya benar ada mayat yang diantar oleh sejumlah orang tadi pagi, kondisi mayat penuh darah dan mengalami luka pada paha tembus berlobang, sampai saat ini belum ada pihak keluarga yang menjemput, makanya pintu di gembok,” ucap salah satu petugas yang tidak mau disebutkan namanya..

Awak media pun melakukan konfirmasi kepada beberapa orang di Kecamatan Tambangan tentang penemuan mayat ini. Namun mereka tidak menjawab dan terkesan “buang badan” hanya meneruskan percakapan dari group WA Kepala Desa se kecamatan Tambangan, jika mengetahui identitas dari korban agar segera melaporkan.

Senada dengan hasil konfirmasi dari Camat Tambangan yang membenarkan penemuan mayat tersebut namun dia tidak mengetahui kronologinya, hanya sekedar informasi di group WA.

Kini penemuan sesosok mayat di Kecamatan Tambangan sudah menemukan titik terang, pihak keluarga mengharapkan adanya penjelasan dari pihak kepolisian. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *