Peringati HSN, YPI Assalafiyyah Assirojiyyah Gelar Upacara

426

KH. Deden Dulyaden selaku Inspektur upacara HSN saat berikan amanat

dutapublik.com, CIANJUR – Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam Assalafiyyah Assirojiyyah (Assassi) Kampung Babakan Termas, Desa Sukagalih kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur Jawa Barat, melaksanakan upacara dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang bangsa dan negara dari kalangan kyai dan santri khususnya, yang sudah berjuang untuk Indonesia di masa lalu. Sabtu (22/10). 

Sejak ditetapkannya Hari Santri Nasional tanggal 22 Oktober oleh Presiden RI, Joko Widodo pada tahun 2015 lalu, melalui Keppres Nomor 22 Tahun 2015, peringatan hari santri tanggal 22 Oktober 2022 merupakan yang Kedelapan kalinya YPI Assassi menggelar peringatan HSN.

Keluarga besar YPI Assassi pada Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini, laksanakan upacara di halaman komplek Yayasan Pendidikan Islam Assalafiyah Assirojiyyah yang diikuti oleh para ustad/ustadzah serta para santri dan alumni pondok.

Turut hadir dalam upacara HSN tersebut sekaligus bertindak selaku Inspektur upacara pengasuh pondok pesantren KH. Deden Dulyaden, kepala RA, MI, MTs, MA Assalafiyah Assirojiyyah beserta semua keluarga besar pondok pesantren Assalafiyah Assirojiyyah.

KH. Deden Dulyaden selaku Pembina upacara hari santri Nasional ke-8 mengingatkan para santri untuk mengenang serta menghormati jasa para pahlawan khusunya dari kalangan Kyai dan Santri yang telah rela mengorbankan jiwa dan raga mereka untuk kemerdekaan Republik Indonesia.

Sebagai wujud penghormatan pada jasa para kyai dan santri yang telah berjuang untuk kemerdekaan RI, hendaknya para santri YPI Assassi sebagai generasi penerus senantiasa bersikap menghormati orang tua dan para guru, fokus dalam belajar,  serta bijak dalam menggunakan gawai (hp).

” Saya pesan kepada para santri YPI Assassi pertama agar selalu hormat kepada orang tua dan para guru kita, kedua fokus dan sungguh-sungguh dalam belajar, ketiga mesti bijak menggunakan gawai ambil yang positif buang serta tinggalkan yang negatif, ” paparnya. (Hans).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *