dutapublik.com, KUBU RAYA – Perayaan Memperingati bulan lahirnya Nabi Muhammad SAW menjadi sebuah kebiasaan umat Islam disetiap bulan Syawal sekaligus santunan anak-anak yatim yang dipelopori oleh ibu Rita dan Gus hadi sebagai bentuk cinta kepada Nabi dan sayang kepada para anak-anak yatim sebagaimana juga yang dilakukan di Pondok Pesantren Darul Qur’an Wadda’wah Pontianak Kubu Raya Kal-Bar. Senin (24/10).
Acara tersebut dihadiri oleh Al Habib Muhammad Rizky Al-qadri dan ratusan masyarakat dari berbagai daerah.
Dalam sambutannya Mas’udi Syamsudin ucapkan terimakasih kepada para donatur Pondok Pesantren Darul Qur’an Wadda’wah dari awal hingga saat ini yaitu bapak H. Rusman Ali, Gus hadi, ibu Rita, bapak Marsono, bapak patwi, dan para donatur-donatur yang lain termasuk majlis ta’lim Al-Barokah semoga pesantren ini semakin maju, berkembang dan barokah dan para donaturnya dibalas oleh Allah dengan kebahagiaan kesuksesan serta kesehatan, ” paparnya.
Dengan nada selaras Ustadz Mas’udi Syamsudin sampaikan bahwa tahun ajaran yang akan datang Pondok Pesantren Darul Qur’an Wadda’wah menerima Siswa/siswi SMP dan SMA baru dari luar tanpa mukim.
Selain itu Al-Habib Muhammad Rizky menyampaikan dalam ceramahnya bahwa tanpa adanya lahirnya Nabi Muhammad, kita semua tidak akan ada di dunia ini dan juga keistimewaan kita dijadikan sebagai umat Nabi Muhammad SAW ialah saat ia berbuat dosa, bermaksiat kepada Allah tidak langsung di catat oleh malaikat melainkan masih menunggu 7 jam apakah ia masih mau bertobat ataukah tidak.
” Oleh dari itu bila mendengar nama Nabi Muhammad SAW ucapkan Sholawat jangan bahil karena orang-orang yang mendengar nama Nabi Muhammad SAW disebut dan tidak bersholawat, ia tidak hanya bahil melainkan pula dilaknat oleh Allah SWT, ” ungkanya. (Wafir).





