dutapublik.com, KARAWANG – Aksi penindasan atau bulliying kembali terjadi diantara sesama pelajar santri yang diduga terjadi di Pondok Pesantren An-Nihayah Rawamerta Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Patut diduga aksi penindasan ini terjadi akibat dari lalainya pimpinan Pondok Pesantren An-Nihayah KH Tatang Syihabudin dalam mengawasi para santrinya.
Kejadian penindasan yang diduga terjadi di Ponpes An-Nihayah Rawamerta ini telah menghebohkan kalangan santri di dalam lingkungan pondok pesantren.

Kondisi Tubuh Farrel Nampak Memar Usai Disiksa Secara Mental Dan Fisik Oleh Oknum Santri Senior
Aksi penindasan atau bulliying ini berdasarkan informasi dari internal Pondok Pesantren, diketahui terjadi terhadap santri laki-laki bernama Farrel. Ia ditindas oleh kakak kelasnya di dalam lingkungan Pondok Pesantren An-Nihayah.
Farrel sebagai korban diketahui merupakan santri dari tingkat SMP. Ia diduga mengalami penindasan berupa kekerasan fisik dari pelaku yang merupakan pelajar tingkat SMA di Pondok Pesantren yang sama.
Sebagai bukti kejadian, sempat beredar rekaman video amatir yang diunggah oleh sejumlah kalangan santri. Dalam video amatir, Farrel nampak tengah duduk di tengah lapangan usai diguyur air comberan sebagai bentuk penindasan. Saat ditelusuri, video rekaman bukti kejadian aksi penindasan di beberapa grup media sosial Facebook, sudah dihapus oleh pengirimnya.
Sementara KH. Tatang Syihabudin, sebagai Pimpinan Pondok Pesantren An-Nihayah Rawamerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, belum berhasil dihubungi oleh redaksi hingga berita ini dipublikasikan. (uya)





