dutapublik.com, CIREBON – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun/Harlah Padepokan Pusar Bumi Nusantara (PPBN) ke-1, dan Peresmian Saung Situs Mba Muqoyyim bertempat di Blok Sida Bagus Desa Buntet, Kecamatan Astana Japura, Kabupaten Cirebon dilaksanakan secara sederhana.
Hadir dalam acara tersebut yaitu para Tokoh Agama Sesepuh dari berbagai Pondok Pesantren di lingkungan Buntet, diantaranya KH. Farid, KH. Qosim, Kuwu Desa Buntet Edi Suhaedi, S.H., PAC Kasatria Banten, petinggi Al-Jabar, dan Perwakilan Forum Silaturahmi Pemuda Cirebon (FSPC).
Para Kyai pada Tausiyahnya menyampaikan beberapa hal yakni sekilas tentang Sejarah Pesantren Buntet yang berdiri sekitar tahun 1750 yang dibangun oleh Mbah Muqoyyim. Karena itu Pesantren Buntet haruslah terus dijaga kelestariannya.
“Membuka pesantren di Buntet tidaklah mudah, sebelumnya ia harus berpuasa selama 12 tahun,” papar KH. Farid dalam Tausiyahnya.
KH. Qosim juga menyampaikan bahwa Cirebon merupakan daerah yang penuh sejarah dalam perjuangan Syiar Islam Nusantara yang mempunyai banyak keunikan.
“Tokoh- Tokoh Cirebon begitu cukup terkenal akan kemahsyuran Ilmu-Ilmu di bidang Agama dan patut ditiru oleh generasi santri sekarang,” ujar KH. Qosim.
Sementara itu Pendiri PPBN, KH. Sholeh Zuhdi yang akrab dipanggil Gus Shozu, juga menyampaikan beberapa hal tentang sejarah dibentuknya PPBN.
Karena Cintanya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang saat ini terus diterpa Budaya-Budaya Moderen yang sudah melenceng dari akidah Islam, juga adat istiadat, sosial budaya, sudah jauh berbeda dari yang ditanamkan para pendahulu, di antaranya sering terjadinya ketimpangan antara si miskin dan si kaya,” ujar Gus Shozu.
“Untuk Itu mari kita bersama-sama berjuang demi tetap tegaknya NKRI ini, maka PPBN hadir dalam mencapai Keadilan Sosial, bukan sekedar pelestarian adat dan budaya saja yang harus kita bangun karena kesejahteraaan sangat penting sebagai penyeimbang perjuangan. Dan Syukur Alhamdulillah meski PPBN baru setahun berdiri, padepokan ini sudah ada cabang sampai ke beberapa negara diantaranya Malaysia dan Abu Dhabi. Ini semua berkat ridho dan rahmat Allah yang Maha Kuasa,” tutur Gus Shozu pada akhir tausiyah. (hartono)





