Program PISEW Desa Jayakerta Diduga Bermasalah, Proyek Digarap Asal “Nangtung”

907

dutapublik.com, KARAWANG – Pemerintah telah menggolontarkan anggaran untuk Program Pengembangan Infrastuktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) untuk dibangunkan, namun alangkah sayangnya ketika anggaran sebesar Rp.600 juta itu pada pelaksanaannya terkesan asal jadi, seperti yang terjadi di Dusun Karajan C RT. 009 RW. 003 Desa Jayakerta, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang.

Papan Proyek Irigasi Dalam Program PISEW Di Desa Jayakerta

Pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) dan saluran irigasi diduga dikerjakan asal-asalan, terlihat dari hasil pekerjaan masih ada yang kurang tidak terpenuhi, terutama dalam penggunaan bahan semen.

Menurut salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengatakan, proyek pembangunan TPT dan saluran Irigasi diduga asal jadi saja. Sangat disayangkan untuk anggaran yang begitu besar, yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan TPT dan saluran irigasi ini diduga tidak sesuai dengan speknya.

“Coba deh lihat saja kondisi seperti ini, tidak di plester dengan semen apakah bangunan TPT ini bisa bertahan lama. Kesannya bangunan TPT tersebut terlihat jelek,” ucap warga kepada media dutapublik.com, Selasa (7/12) sore di lokasi proyek.

Dirinya juga berharap dana APBN yang digelontorkan pemerintah, melalui berbagai kegiatan, baik infrasktuktur jalan, saluran air, TPT dan lainnya agar dibangunkan dengan sebaik-baiknya.

“Saya berharap kepada pelaksana pembangunan, agar lebih baik lagi dalam melaksanakan pembangunan. Toh ini juga demi kemaslahatan masyarakat. Jadi bukan hanya asal jadi saja,” pungkasnya.

Sementara di tempat terpisah, Ibu Mimin sebagai tim pelaksana kegiatan tersebut saat dikonfirmasi media awak media mengakui, bahwa pekerjaan tersebut belum selesai dikerjakan, dikarenakan terkendala oleh cuaca.

Proyek Irigasi Di Desa Jayakerta Hasil Dari Program PISEW

“Itukan pelaksanaannya juga belum selesai, masih di kerjakan. Memang sih, sudah beberapa hari ini tidak ada yang kerja, ya itu tadi di karenakan faktor cuaca,” jelas Mimin, Rabu (08/12/2021).

Menurutnya, para pekerja takut kalau pekerjaannya di lokasi pesawahan seperti itu kalau dilanjutkan, apalagi dalam kondisi hujan.

“Kalau cuacanya hujan terus-terusan seperti ini hasil pekerjaannya nanti malah tidak bagus,” ujarnya. (Bunsal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *