Ramai Diberitakan Tilep Dana PIP, SDN 1 Pekon Badak Gerak Cepat Tawarkan Perdamaian Dengan Wali Murid

409

dutapublik.com, TANGGAMUS – Enak didengar tak baik untuk ditiru kata-kata ini pantas disematkan pada Ikhwani selaku guru yang menjadi pengurus Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 1 Pekon Badak Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus Lampung.

Pasalnya Ikhwani guru SDN 1 Pekon Badak secara terang-terangan mendatangi rumah wali murid penerima bantuan PIP dengan membawa uang sejumlah Rp. 1.200.000 dan membawa selembar surat pernyataan yang diduga surat tersebut dibuat oleh pihak sekolah. Kemudian wali murid terkesan dipaksa untuk menandatangani surat tersebut yang sudah ditempel materai Rp. 10.000.

Ikhwani pun berpesan kepada wali murid supaya masalah PIP ini jangan sampai diperpanjang. Ada apa dan mengapa? Hal ini patut dipertanyakan pasalnya sebelum mencuatnya permasalahan ini pihak sekolah bersikukuh menyatakan kalau mereka tidak bersalah dan tidak pernah tilap PIP siswa.

Saat wali murid yang dana PIP anaknya diduga ditilap pihak sekolah dihubungi awak media mengatakan bahwa ia sudah berdamai dengan pihak sekolah.

“Saya sudah berdamai dengan mereka dalam hal ini pihak sekolah, ada salah satu guru yang datang ke rumah saya dan juga ada saran dari orang tua seperti kakek dan neneknya Reno dan juga saran dari teman-teman yang lain juga termasuk teman dari Pekon Badak juga,” ujar wali murid, Minggu (26/2).

“Jadi saya sudah mengambil kesimpulan saya sudah terima uang dari pak Ikhwani senilai Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah, jadi saya betul-betul dan sangat sangat berterima kasih atas perjuangan kamu membantu kami, sebenarnya tadi juga saya sempat adu mulut dengan pak Ikhwani tetapi kerena mereka tetap aja yang dipermasalahkan dan juga saya sudah menandatangani surat pernyataan tersebut,” ucap wali murid.

Lanjut wali murid sebenarnya dari awal ia sudah pernah bilang sama Pak Ikhwani saat dia menemuinya di kebun sebelum permasalahan ini mencuat dalam pemberitaan.

“Saya juga gak nyangka kok tiba-tiba Pak Ikhwani datang ke rumah dengan membawa uang dan selembar surat. Uang itu dikasihkan ke saya dan saya disuruh tanda tangan, saya juga gak nyambung apa bunyi dari isi surat tersebut, setelah surat saya tandatangani surat aslinya mereka yang pegang foto kopiannya dikasihkan sama saya,” bebernya.

“Yang jelas pak Ikhwani tadi datang ke rumah memang kita sempat adu mulut dan meminta untuk tidak diperpanjang masalah ini, itu kata Pak Ikhwani dan dia juga memberikan uang Satu Juta Dua Ratus Ribu Rupiah kemudian saya diminta untuk tanda tangan surat yang sudah dibuat oleh mereka. Ada pun isi dari surat itu gak nyambung,” pungkasnya. (Sarip). 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *