Respon Cepat Koramil 08 Lemah Abang dan Kodim 0509 Bekasi Tinjau Banjir di Desa Labansari


dutapublik.com, BEKASI – Merespons tingginya curah hujan yang mengakibatkan luapan air di sejumlah titik, Komandan Koramil (Danramil) 08/Lemah Abang Kodim 0509 Kabupaten Bekasi, Mayor Inf. Sukoco, menunjukkan aksi sigap dengan turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Minggu (18/01/2026).

Langkah tersebut dilakukan guna memastikan keselamatan warga sekaligus mengoordinasikan proses evakuasi di lapangan.

Didampingi sejumlah personel Babinsa, Danramil 08/Lemah Abang Kodim 0509 Bekasi menyisir area permukiman warga yang terendam banjir setinggi sekitar 80 sentimeter atau mencapai lutut orang dewasa. Kehadiran TNI di lokasi tidak hanya untuk memantau situasi, tetapi juga membantu mengevakuasi warga lanjut usia dan anak-anak ke tempat pengungsian sementara yang lebih aman.

“Prioritas utama kami adalah memastikan keselamatan jiwa masyarakat. Kami telah menginstruksikan seluruh Babinsa untuk bersiaga 24 jam dan terus berkoordinasi dengan pihak TKMSB Desa Labansari, RT/RW, serta BPBD dalam penanganan darurat,” ujar Danramil di sela kegiatan pemantauan debit air.

Selain membantu proses evakuasi, personel Koramil turut mengamankan barang-barang berharga milik warga serta membantu pengaturan lalu lintas di sejumlah akses jalan yang terhambat genangan air. Sinergi antara TNI, Polri, dan instansi terkait diharapkan dapat mempercepat penanganan dampak bencana banjir di wilayah tersebut.

Warga setempat pun mengapresiasi kehadiran cepat TNI di tengah situasi sulit. Hingga berita ini diturunkan, Danramil beserta tim masih berada di lokasi untuk memantau perkembangan cuaca serta memastikan penyaluran bantuan logistik tahap awal berjalan lancar.

Pihak Koramil 08/Lemah Abang juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan segera melaporkan apabila membutuhkan bantuan darurat melalui jalur komunikasi yang telah disediakan atau melalui Babinsa setempat. (SM Migung)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *