Warga Perumahan Relokasi Pasca Tsunami Di Tanggamus Keluhkan Tidak Adanya Sarana Ibadah, Kurangnya Air Bersih Dan Rawan Longsor

493

dutapublik.com, TANGGAMUS – Pasca bencana Tsunami yang terjadi Tahun 2018 lalu, menyisakan luka dan dampak kepada warga Pekon Kiluan Negri Kecamatan Kelumbayan hingga hari ini.

Pekon Kiluan Negri adalah salah satu Pekon yang terdampak, banyak sekali Rumah Warga yang rusak berat maupun ringan, bahkan tidak sedikit pula yang sampai kehilangan Rumahnya karena habis terseret air dari dahsyatnya gelombang Tsunami tersebut.

Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus melalui Dinas PUPR telah memberikan bantuan yakni membangun 100 unit Perumahan tepatnya di Dusun Sukamahi Pekon Kiluan Negeri, Rumah tersebut diperuntukkan relokasi warga yang terdampak Tsunami, sekarang sudah selesai dan sudah ditempati.

Namun, warga yang menempati Rumah bantuan Pasca Tsunami tersebut  mangeluhkan beberapa hal, di antaranya kurangnya sarana seperti Air Bersih yang tidak mencukupi kebutuhan, ditambah lagi belum adanya Sarana Rumah Ibadah serta yang paling membuat tidak nyaman dan merasa was-was adalah rumah bantuan tersebut berada di bawah tebing sehingga sering terjadi longsor.

Intensitas curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini mengakibatkan sering terjadinya longsor, terhitung dalam satu bulan sudah 2 kali terjadi longsor, material longsor berupa tanah bekas urugan di atas gunung sekitar lokasi perumahan menutupi halaman hingga ke dalam rumah, seperti apa yang dituturkan warga setempat.

menurut keterangan warga yang tinggal di Perumahan tersebut, mereka merasa sangat tidak nyaman dan selalu merasa was-was setiap kali terjadi longsor, mereka selalu berupaya membersihkan Rumah mereka dari lumpur dan tanah.

Selain itu, Drainase  yang ada juga tidak maksimal dan banyak yang sudah tertimbun tanah sehingga aliran air tidak berjalan.

Keterangan Gambar 2 : Tebing Yang Terletak Di Atas Komplek Perumahan

Menurut keterangan dari Pj. Kepala Pekon Kiluan Negeri Deny Febriansyah mengatakan kepada awak media dutapublik.com, bahwasannya Ia sudah menyampaikan keluhan warga tersebut kepada Kepala BNPB Kabupaten Tanggamus melalui pesan WhatsApp baik berupa Photo dan Video.

“Keluhan warga yang tinggal di Perumahan Relokasi Pasca Tsunami itu sudah saya sampaikan kepada Kepala BNPB melalu pesan WhatsApp namun sampai sekarang belum ada tindak lanjut,”

“Kami dari Pemerintah Pekon  berencana akan melakukan pergeseran Anggaran Dana Desa untuk menanggulangi bencana khususnya Bencana Longsor di Perumahan Relokasi Pasca Tsunami, itupun kalau di setujui,” ungkapnya, pada Minggu (15/8).

Selaku Pj. Kepala Pekon Kiluan Negeri, Deni mengimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan bersabar karena pihaknya akan mengupayakan yang terbaik demi kenyamanan warga yang tinggal di Perumahan tersebut.

Warga Pekon Kiluan Negeri khususnya yang menempati Perumahan Relokasi Pasca Tsunami sangat berharap kepada Pemerintah baik dari Pemerintah Pekon Kiluan Negeri juga kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus untuk Memprioritaskan Penanggulangan Bencana di Perumahan Relokasi Pasca  Tsunami agar masyarakat yang menetap disana bisa Aman dan Tenteram. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *