dutapublik- CIANJUR – Perjuangan Kepala Sekolah SDN Solok Pandan, Desa Solok Pandan, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Ema Lia Yunanti sangat berat, padahal baru beberapa bulan diangkat menjadi Kepala Sekolah dan ditugaskan di Sekolah Negeri yang nyaris tanpa ada siswa.
Guratan wajah Ema Lia Yunanti terlihat sedih, matanya berkaca- kaca saat menceritakan keadaan sekolahnya. Saat ditemui diruang kerjanya, Ema mengungkapkan bahwa Sekolah ini kondisinya sangat memprihatinkan, namun bukan masalah bangunan, tapi sudah tiga tahun ini, siswa kelas 1 dan kelas 2 kosong tidak ada yang mendaftar.
” Untuk Tahun pelajaran 2022/2023 tidak ada peserta didik baru. kelas satu, tidak ada sama sekali, karena memang tidak ada yang mendaftar. Sedangkan untuk kelas dua hanya satu orang. Jumlah total peserta didik SDN Solok Pandan kini hanya tersisa 27 orang. Dari kelas 3 sampai kelas 6. Perkelasnya hanya ada 5 orang siswa, ” ungkap Ema.
Rasanya sangat miris sekali sekolah yang berada ditengah-tengah kota minim siswa malah tidak ada sama sekali, penyebabnya hanya karena sekolah menerima siswa yang berkebutuhan khusus (Inklusif).
” Masyarakat tidak mau menyekolahkan anaknya, karena di sekolah kami menerima siswa inklusif (berkebutuhan khusus) padahal itu dulu sebelum pandemi, dikarenakan sekolah ini ada tenaga ahlinya untuk menangani siswa yang berkebutuhan khusus. Begitupun dengan pendanaannya masih dibiayai oleh Pemerintah. Namun seiring berjalannya waktu berdasarkan informasi yang saya peroleh sudah tiga tahun ini masyarakat enggan menyekolahkan anaknya ke sini, karena takut disatukan dengan anak Inklusif, ” Katanya menjelaskan.
Lalu, katanya melanjutkan, ” Begitupun dengan gurunya satu persatu pindah dan sekarang hanya tersisa 4 orang guru. Padahal kondisi bangunannya sangat bagus dan menunjang,” tandasnya.
Kendati demikian kondisi itu, tidak menyurutkan semangatnya, ia beserta tenaga pendidik terus mensosialisasikan kepada para tokoh masyarakat, Kelurahan, dan dinas terkait, agar mau membantu mencarikan solusi, bagaimana caranya mengembalikan lagi kepercayaan masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sekolah ini.
Selain itu berdasarkan hasil rapat dengan instansi terkait seperti Dinas Pendidikan, Kelurahan, dan para tokoh masyarakat memutuskan bahwa sekolah ini tidak lagi menerima siswa inklusif dikarenakan tidak adanya tenaga ahli serta biaya.
” Maka tahun depan SDN Solok Pandan dikembalikan lagi seperti semula, hanya menerima peserta didik yang bukan Inklusif (berkebutuhan khusus), agar bisa menghidupkan kembali sekolah yang dulunya sempat berjaya,” katanya dengan penuh harap.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, di pertengahan semester depan, pihaknya akan terus sosialisasi Ke Paud-paud yang ada di Kecamatan Cianjur umumnya dan lingkungan sekitar khususnya.

Keterangan : Kepala SDN Solok Pandan Cianjur, Ema Lia Yunanti
” Saya berharap Pemerintah memberikan solusi yang terbaik, apakah sekolah kami dimarger, atau tidak, yang penting saya bisa bekerja secara maksimal,” pungkasnya. (Nie).


