Setahun Kepemimpinan Lucky Hakim di Indramayu, Program REANG Mulai Tunjukkan Hasil

63

dutapublik.com, INDRAMAYU – Genap satu tahun Lucky Hakim memimpin Kabupaten Indramayu sejak dilantik pada 20 Februari 2025. Mengusung visi Indramayu REANG (Religius, Ekonomi Kerakyatan, Aman, Nyaman, dan Gotong Royong), periode awal kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Syaefudin diwarnai dengan berbagai langkah percepatan pembangunan melalui 14 program prioritas.

Program-program tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi dirancang sebagai instrumen nyata untuk menjawab berbagai persoalan masyarakat, terutama di tingkat akar rumput.
Menanamkan Nilai Religius Lewat Program Indramayu Mengaji dan Berzakat

Di bawah kepemimpinan Lucky Hakim, aspek spiritual menjadi salah satu fondasi pembangunan daerah. Melalui program Indramayu Mengaji, pemerintah daerah menggalakkan kegiatan hafiz Al-Qur’an, khataman 30 juz, hingga pembangunan rumah tahfidz di berbagai wilayah.

Selain itu, program Indramayu Berzakat yang digagas sebulan setelah masa jabatan dimulai juga menunjukkan hasil nyata. Dana zakat yang terkumpul disalurkan secara transparan untuk bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta beasiswa pendidikan bagi keluarga kurang mampu.

Di sektor pendidikan, program Indramayu Belajar menghadirkan inovasi seperti Sekolah Rakyat dan Sanggar Seni Masuk Sekolah (SSMS). Program ini bertujuan menyeimbangkan kemampuan akademik dengan pelestarian budaya lokal.

Sementara di sektor kesehatan, pemerintah daerah merencanakan pengaktifan kembali bangunan eks RS Reysa di Cikedung Lor menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Langkah ini dilakukan untuk mengurangi penumpukan pasien di pusat kota sekaligus mendekatkan layanan kesehatan bagi warga di wilayah Indramayu Barat.

Selain itu, peningkatan layanan BPJS, program penurunan angka stunting, serta pemeriksaan kesehatan gratis juga menjadi agenda rutin yang telah dirasakan manfaatnya oleh ribuan warga.

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Indramayu menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas. Pemerintah daerah membangun 31 demplot pertanian di seluruh kecamatan sebagai pusat edukasi dan percontohan bagi petani.

Pendekatan alami juga diterapkan untuk mengatasi hama tikus melalui pelepasan predator alami seperti ular dan burung hantu. Selain itu, penguatan Program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) terus dilakukan untuk memberikan perlindungan kepada petani dari risiko gagal panen.

Perbaikan infrastruktur jalan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat mulai menunjukkan hasil. Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) tahun 2025, realisasi pembangunan meliputi:
Pemeliharaan rutin pada 74 ruas jalan sepanjang 270 kilometer.
Rekonstruksi 32 ruas jalan kabupaten sepanjang 28 kilometer.
Rehabilitasi jalan desa di 349 titik dengan total panjang 75 kilometer.
Beberapa proyek strategis yang telah rampung antara lain pembangunan jalan beton sepanjang 2,6 kilometer di ruas Situraja-Kiarapayung serta perbaikan ruas jalan Pondoh yang kini memperlancar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga.

Untuk meningkatkan transparansi pelayanan publik, Lucky Hakim meluncurkan Super Apps Wong Reang serta kanal pengaduan masyarakat Wong Reang Wadul.

Data Dinas Komunikasi dan Informatika menunjukkan bahwa dalam 100 hari pertama peluncurannya, dari 929 laporan yang masuk, sebanyak 871 laporan atau sekitar 93 persen berhasil ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.
Reformasi birokrasi juga dilakukan melalui percepatan pelayanan perizinan usaha. Tercatat lebih dari 1.000 izin usaha telah ditandatangani secara cepat, disertai pengisian jabatan direksi di BUMD seperti PT BWI dan Perumda Tirta Darma Ayu melalui proses seleksi terbuka untuk menjamin profesionalitas.
Program Sosial dan Lingkungan
Program sosial REANG EMAN NING SEMA (Sayangi Ibu) menjadi salah satu program unggulan yang menyentuh langsung masyarakat. Program ini melibatkan ASN sebagai pendamping bagi para lansia agar mereka tetap mendapatkan perhatian dan pendampingan.

Di bidang lingkungan dan pemukiman, pemerintah daerah juga membangun berbagai fasilitas dasar, antara lain:
SPAM (sumur bor) di 16 desa untuk meningkatkan akses air bersih.
SPALD atau fasilitas sanitasi (MCK) sebanyak 184 unit di 9 desa.
Normalisasi sungai melalui pengerukan di sejumlah titik untuk mencegah banjir.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indramayu yang lebih religius, sejahtera, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *