Soal Indikasi Dugaan Pungli Biaya Persalinan, Zulqi Anggota DPRD Tanggamus FPKB Akan Panggil Puskesmas Dan BPJS

354

dutapublik.com, TANGGAMUS – Poopy selaku KUPT Puskesmas Antar Brak dan Desi selaku Ketua Ranting IBI Kecamatan Limau Kabupaten Tanggamus Lampung, terkesan lepas tangan dengan adanya permasalahan yang mencuat akhir-akhir ini, mengenai adanya dugaan pungli.

Tak mungkin ada asap kalau tak ada api istilah seperti ini pantas disematkan kepada bidan-bidan desa yang ada di Kecamatan Limau, mana ada maling ngaku maling, namun jika salah satu sudah terciduk pasti pada akhirnya semua akan terungkap dengan sendirinya.

Saat dimintai tanggapannya oleh awak media via pesan singkat WatsApp Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Partai Kabangitan Bangsa (PKB) Zulqi langsung merespon informasi yang disamapaikan awak media padanya.

Zulqi mengatakan trima kasih atas infonya. “link berita udah saya share ke Komisi nanti sepulangnya kami dari Dinas Luar (DL) akan kami panggil pihak Puskesmas dan juga dari pihak BPJS,” ungkap Zulqi

Saat di hubungi awak media dutapublik.com Ketua Ranting IBI Kecamatan Limau Desi mengatakan tidak pernah ada kesepakatan antara para bidan untuk tarif pasien persalinan apalagi untuk peserta BPJS.

” Yang jelas gak ada kesepakatan untuk pasien persalinan apa lagi peserta BPJS,” ungkap Desi pada Sabu (14/1) pukul 20 : 38 WIB.

Sementara pihak BPJS saat dihubungi awak media via WatsApp Ari mengatakan, kan paket BPJS sudah ada ketentuannya sebesar Rp. 700.000,00 tapi kalau untuk beli popok susu kan memang tidak ditanggung BPJS, tanggung jawab pasien, pasien juga gak apa-apa beli sama bidan, tapi kalau ada uang tambahan bukan karena beli popok, beli susu, dikarenakan kurang paket persalinan dari negara Rp. 700.000,00  ini yang gak bener bos,” terang Ari dalam pesan singkatnya.

“Yang jelas gak sesuai prosedur yang jadi pertanyaan apakah ketua IBI Tangggamus tau apa gak, kemudian IBI Provinsinya tau apa gak ini jangan jangan gak tau, yang nentuin tarif itu bukan BPJS bukan juga IBI tapi Pemerintah dalam hal ini Negara bos, aneh aneh aja ini bidan B bos,” pungkas Ari. (Sarip).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *