STT Ronggolawe Cepu Dengan SMK Migas Cepu Tandatangani Perjanjian Kerja Sama

394

dutapublik.com, BLORA –Penandatanganan Naskah Kerja Sama STT Ronggolawe Cepu dengan SMK Migas Cepu dilaksanakan beberapa waktu lalu.

Dari Rombongan dari SMK Migas Cepu antara lain M. Jaelani. S.Ag., M.Pd., Suwarto, S.Pd., M.Pd., Agus Siswanto, S,Ag., M.Pd., Yeni Pratiwi, S.T., M.T., dan Yayuk Insiyqni, S.T., M.Pd.

Dari STTR yang hadir antara lain Ir.Sarjono,M.Eng (Ketua STTR), Teguh Yuwono, S.T., M.T., (Kajur T. Elektro), Hendri Suryanto, S.T., M.T., (Kajur T.Mesin), Retno Wahyusari, S.Kom., M.Kom., (Kajur T. Informatika) dan Sulistiyowati, S.H., (Bagian Kerja Sama).

Dalam sambutannya saat itu, Ketua STT Ronggolawe Cepu, Ir. Sarjono M.Eng., mengatakan kedepan dapat membantu SMK Migas Cepu tambah maju dan berkembang terus.

Selanjutnya keinginan ibu dan bapak yang sudah disampaikan perlu kami apresiasi, karena kegiatan yang akan dilakukan adalah kegiatan Tridharma, pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. “Hal ini sesuai bidang teknik yang kita geluti dalam rangka meningkatkan peran pendidik untuk mendapatkan angka kredit sebagai penunjang karir.”

Di STTR ada beberapa jurnal yang sudah terbit sehingga bapak ibu guru STM Migas bisa membuat makalah yang akan diterbitkan di jurnal STTR Cepu (Jifkom, Jes, Jme, dan Simetris).

“Kalau SMK Migas Cepu 4 tahun kebelakang selalu mengalami penurunan, tetapi alhamdulilah untuk tahun ini mengalami peningkatan. Alhamdulilah tahun ini kami sudah mendapatkan bukti bahwa melalui zonasi perolehan siswa SMK migas neningkat hal ini berdampsk pada alumni SMK migas yang masuk ke sttr juga meningkat,” ujarnya.

Adanya kerja sama ini kata Sarjono antara STTR dan SMK Migas mudah-mudahan membawa berkah untuk semua.

“Banyak guru SMK yang menghasilkan jurnal yang dipublish oleh STTR Cepu sehingga kami yakin informasinya sampai provinsi bahwa guru-guru di Blora sangat produktif, pasti itu,” ungkapnya.

Sedangkan menurut Kepala SMK Migas Cepu, M. Jaelani, S.Ag., M.Pd., mengatakan selama ini SMK Migas Cepu itu, 4 tahun kebelakang selalu mengalami penurunan, tetapi untuk tahun ini mengalami peningkatan untuk berpijak mengejar kesuksesan.

“Alhamdulilah untuk tahun ini kami sudah mendapatkan bukti bahwa kalau kemarin SMK Migas dari 16 kelas , kemudian menjadi 13 kelas, dan menyusut menjadi 12 kelas, dan menjadi 11 kelas, untuk saat ini, kami upayakan dengan berbagai macam tantangan, dan tantangannya sikap gratis zonasi. Kemudian dengan itu semua ditambah dengan pandemi PPKM yang membuat siswa SMK Migas Cepu merosot jumlahnya,” ungkapnya.

“Namun sudah dikatakan tidak pandemi walaupun ada sisa-sisa, Alhamdulilah sudah ada komunikasi dengan calon luar kota, dan Alhamdulilah hari ini tadi siswa kelas 10 nya ada 314 ini tadi sudah keluar daftarnya.”

“Yang tentunya kedepan adanya kerjasama dengan STTR, mudah-mudahan tentunya akan membawa berkah untuk kita semua,” pungkasnya.(Ysn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *