Wabup Pesibar Hadiri Anjau Silau Keluarga Kartadilaga dan Peresmian Masjid Jami’ At-Tanwir

150

dutapublik.com, PESISIR BARAT – Wakil Bupati Pesisir Barat (Pesibar), Irawan Topani, S.H., M.Kn., menghadiri kegiatan Anjau Silau Keluarga Besar Karya Kartadilaga Jakarta dan Bandung, sekaligus peresmian Masjid Jami’ At-Tanwir di Pekon Suka Marga, Kecamatan Pulau Pisang, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, pada Jumat (13/6/2025).

Turut mendampingi Wakil Bupati dalam kegiatan tersebut antara lain Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Audi Marpi, S.Pd., M.M.; Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Edwin Kastolani Burtha, S.H., M.P.; Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Syahrial Abadi, S.Sos., M.M.; serta Plt. Kabag Kesejahteraan Rakyat Setdakab Pesibar, Arfi Julizar, S.K.M., M.M.

Kegiatan Anjau Silau Keluarga Besar Karya Kartadilaga, yang telah lama merantau dan berdomisili di Jakarta dan Bandung, dipusatkan di Lamban Gedung Saibatin Karya Kartadilaga Marga Pulau Pisang, Pekon Sukamarga.

Rombongan bertolak dari kediaman Inciknda Lela Fauza, sesepuh Keluarga Kartadilaga di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, menggunakan satu unit bus berkapasitas 24 orang pada Kamis (12/6/2025), dan tiba di Anjung Bang Oking Hotel & Resort Krui menjelang tengah malam.

Rombongan tersebut diketuai oleh Taswin Yahya, dengan penanggung jawab Rahman Arief, sekretaris Widy Hastuti, dan bendahara Meirina Mahdalena. Anggota rombongan meliputi Siti Ruwaida, Hasrumal, Al Hilal, Amiruddin, Haryo Mawardi, Hendry Haryo, Indry Haryo, Nungki, Awaluddin, Mirsya Kiki, Yenny Arwathy, Alaida, Elly Adriana Abbas, serta Enny Alfina Abbas.

Hadir pula anggota keluarga besar Kartadilaga yang merupakan paman, adik, dan sepupu kandung almarhum H.M. Taufiq Kiemas, antara lain Joelfian Joesaki bersama istri Tieni Syafei Joelfian Joesaki, Hermes Kiemas bersama istri Hartati Hermes Kiemas, dan Achil Iskandar Joesaki bersama istri Uus Usfiah. Beberapa dari mereka sudah dua kali pulang ke Pulau Pisang, sementara lainnya baru pertama kali kembali ke kampung halaman.

Dengan menggunakan tiga perahu nelayan dan membawa pelampung sendiri dari Jakarta, rombongan menyeberang dari Labuhan Jukung Krui dan bersandar di Pantai Pasar Pulau Pisang.

Turut hadir pula utusan khusus “Kaka Ratu” Dr. (H.C.) Puan Maharani, bergelar Ratu Mustika Kartadilaga, dan “Ayuk” Dr. Isma Yatun, yakni Puari Angkon H.M. Taufiq Kiemas; serta Dr. H.R. Erwin Moeslimin Singajuru, S.H., M.H., bergelar Dalom Singajuru Raja Penggalang Paksi (Raja Ranau), yang datang bersama Pemapah Adat Saibatin Karya Kartadilaga, Dr. (C) Oking Ganda Miharja. Mereka berangkat dengan kendaraan pribadi dan menyeberang dari Dermaga Alam Tembakak menuju Pulau Pisang.

Rombongan disambut oleh tuan rumah Saibatin Karya Kartadilaga, Sultan Hidayat Kartadilaga, bergelar Demung Kartadilaga X, Peratin Sukamarga Rico Welianwar, serta keluarga besar Kartadilaga yang menetap di Pulau Pisang dan sekitarnya.

Acara penyambutan diawali dengan arak-arakan rombongan Wakil Bupati bersama keluarga Kartadilaga dari Jakarta dan Bandung, diiringi tarian adat menuju Lamban Gedung Saibatin Kartadilaga yang jaraknya berdekatan. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan ramah tamah dan selamatan gedung adat tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan ini anggota DPRD Pesibar Ikam Mulhak dan Mat Muhizar, Camat Pulau Pisang, para peratin, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat, di antaranya Apip Nur, A. Khaidir, Azni Arifin, Swirat, Sanwani, Teni Edwar, Alfirin Alberori, dan lainnya.

Acara dilanjutkan dengan peresmian Masjid Jami’ At-Tanwir, diawali sambutan dari Ketua DKM Masjid At-Tanwir, Tunzirwan, lalu sambutan perwakilan keluarga besar oleh Dr. H.R. Erwin Moeslimin Singajuru, S.H., M.H. Peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Irawan Topani, S.H., M.Kn., yang juga memberikan sambutan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat, saya menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan Anjau Silau Keluarga Besar Karya Kartadilaga. Kegiatan ini bukan hanya mempererat tali silaturahmi antarsanak keluarga, tetapi juga mencerminkan kuatnya akar budaya dan nilai-nilai adat Lampung yang terus lestari di Bumi Pesibar,” ujar Irawan Topani.

“Tradisi Anjau Silau merupakan warisan budaya sebagai wujud cinta dan tanggung jawab terhadap nilai-nilai leluhur, terutama dalam menjaga jati diri, martabat, dan persatuan di tengah keragaman zaman. Kehadiran keluarga besar dari rantau ke Pulau Pisang menjadi bukti bahwa ikatan darah dan adat tak lekang oleh waktu maupun jarak,” tambahnya.

“Momen peresmian Masjid Jami’ At-Tanwir diharapkan menjadi pusat syiar Islam, tempat berlabuhnya doa, ilmu, dan berbagai kegiatan keagamaan masyarakat. Pembangunan masjid ini adalah amal jariyah. Siapa pun yang terlibat dalam pembangunannya baik dengan tenaga, harta, maupun doa telah menanam pahala yang terus mengalir, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: ‘Barang siapa membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan untuknya rumah di surga,’” pungkas Wakil Bupati Irawan Topani. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *