
Wali siswa bersikukuh menolak regrouping SDN Gesikan saat pertemuan dengan pejabat Disdikpora Purworejo
dutapublik.com, PURWOREJO – Ratusan Warga Desa Gesikan Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, menggelar aksi demo menolak penutupan Sekolah Dasar Negeri Gesikan. Warga melakukan aksi demo sambil membawa pamplet yang berisi penolakan regrouping SDN gesikan. Sabtu (10/9).
Ratusan warga bersama wali murid dan lembaga desa yang ada, berkumpul di lingkungan sekolah sambil membawa pamplet bertuliskan “Tolak Regrouping SDN Gesikan, Kembalikan SD kami, anak kami butuh sekolah” sambil duduk-duduk dan meneriakan yel-yel penolakan.
Kepala Desa Gesikan Suryono saat ditemui media di lokasi mengatakan, bahwa warga merasa kecewa dengan adanya penutupan SDN Gesikan yang dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) kabupaten Purworejo dan ingin mempertahankan keberadaan sekolah agar tidak dihapus atau di regrouping oleh dinas terkait.
Slamet (wali Siswa) yang ikut hadir, meminta Pak Waris, selaku Koodinator bidang pendidikan dan kebudayaan Kecamatan Kemiri, agar menjelaskan tentang aturan dan prosedur regroping, sebab sosialisasi yang dilakukan dianggap belum jelas. Permintaan dari wali siswa tersebut diamini oleh semua yang hadir serta diikuti teriakan “setuju” oleh para orang tua murid yang hadir dalam acara tadi pagi.
Sempat terjadi suasana menjadi semakin memanas di kala pak waris tidak diberi ruang untuk menjelaskan, oleh perwakilan dari Disdikpora.
Camat Kemiri Nurhuda mengatakan, bahwa tim regrouping sekolah Kecamatan dipimpin oleh Camat sehingga yang terjadi di SDN Gesikan menjadi tanggung jawabnya.
Tetapi, sambung camat, semua itu sudah kami laporkan kepada kepala Dinas Pendidikan, sehingga keputusan regroiping kewenangannya ada pada kepala Dinas Pendidikan kabupaten.
Sidik selaku sesepuh dan juga Ketua BPD Desa GesikanGesikan mengatakan bahwa pihaknya bersama perangkat desa dan komite sekolah belum pernah mengetahui mengenai sk Regrouping SDN Gesikan.
“Kami bersama perangkat Desa dan komite sekolah belum pernah tahu SK penutupan/penggabungan SDN Gesikan,” ujar Sidik.
Pemberian SK itu, lanjut sidik, dinilai sangat mengagetkan warga, lantaran warga sejak awal adanya informasi regrouping, telah menyampaikan keberatannya.
“Sejak adanya isu rencana regrouping, warga sudah menyampaikan keberatan bahkan sudah melayangkan surat keberatannya kepada dinas agar bisa ditinjau ulang, tapi tidak didengarkan sama sekali,” ungkapnya.
Penolakan warga soal adanya penutupan SDN Gesikan dianggap cukup beralasan, lantaran SDN Gesikan jumlah muridnya 66 siswa sehingga sudah memenuhi syarat agar tidak diregroping. SDN Gesikan termasuk sekolah yang berprestasi di Kecamatan Kemiri dan sekolah tertua yang ada di wilayah sekitar desa.
“Dulu warga desa Paitan, desa Kaliwatu, desa Waled, Mincip dan desa Gedong sekolahnya di sini, karena memang sekolahan dulu cuma ada di sini, ujar Titik lestari salah satu warga desa Gesikan.
“Anak- anak disuruh pindah ke SDN Paitan, kebanyakan para orang tua keberatan,” lanjutnya
Pariyono perwakilan dari Kepala dinas pendidikan setelah acara pertemuan selesai saat dimintai keterangan awak media mengatakan bahwa ia ditugaskan oleh kepala dinas pendidikan terkait Regrouping sekolah.
“Saya ditugaskan oleh kepala Dinas datang ke sini untuk mengurus regrouping sekolah yang belum selesai, serta untuk mengurus administrasi kepindahan siswa-siswi SD Negeri Gesikan, sehingga nasib pendidikan anak-anak akan terpenuhi dan dapodiknya bisa kita daftarkan kesekolah yang dituju, ” paparnya.
Jelasnya, tambah Paryono, Seperti kita tahu bahwa SDN Gesikan telah di SK kan penutupanya oleh Bupati Purworejo, sejak tanggal 31/8/2022, dan guru-gurunya pun sudah pindah, yang mestinya muridnya juga sudah pindah.
Terkait dengan apa yang menjadi kemauan warga, Paryono akan melaporkan ke kepala dinas dan keputusannya seperti apa, paryono tidak bisa menjawab karena itu domain dinas di kabupaten.
Namun dari apa yang dijelaskan oleh dinas, warga belum bisa menerima dan bersikukuh tidak mau, sehingga pertemuan yang dilaksanakan tadi pagi sabtu belum juga menghasilkan titik temu atau keputusan bersama.
Wali murid bersama warga berencana akan menghadap langsung kepada Bupati. Namun Kapan, dan hari apa. Serta waktunya belum bisa dipastikan.
Penolakan regrouping SDN Gesikan berjalan aman, tertib dan lancar. Dalam acara tersebut dihadiri langsung AKP Miswanto selaku kapolsek kemiri, dibantu anggotanya serta Peltu Junaidi di mana beliau semua mengamankan dan mengawal proses berjalanya aksi tolak regrouping di SDN gesikan. (AJ).


