Caleg DPR RI Partai Gerindra Muhamad Yaser Julio Berikan Bantuan Kepada Korban Longsor Di Purwakarta

647

dutapublik.com, PURWAKARTA – Bencana alam longsor, banjir, dan gempa bumi menerjang beberapa tempat dalam dua pekan terakhir di Jawa Barat. Salah satunya di Desa Sukamulya Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta. Sedikitnya 680 warga di Desa itu diungsikan akibat tebing Gunung Anaga setinggi lebih dari 200 meter longsor pada Kamis (4/1/2024) sore hari.

Hingga kini, lebih dari satu pekan terakhir, ratusan warga harus tinggal di tempat-tempat pengungsian untuk menghindari longsor susulan yang kapan saja bisa terjadi dan dapat membahayakan nyawa warga.

Prihatin atas kondosi itu, Calon Anggota DPR RI dari partai Gerindra Muhamad Yaser Julio, terjunkan bantuan berupa sembako, roti, air mineral, mie instan dan sebagainya, terhadap korban longsor tersebut.

“Setidaknya bantuan yang kami berikan ini bisa meringankan beban para korban longsor,” ujar, Wiku Pramanda Akbar, selaku tim sukses dari Muhamad Yaser Julio, Rabu (10/01/2024).

Calon anggota DPR RI dapil Jabar 7 (Purwakarta, Karawang, dan Bekasi) ini, berharap agar bencana alam ini segera berakhir. Selain itu, bagi korban yang terkena bencana tetap sabar atas apa yang terjadi. Pihaknya akan senantiasa memberikan bantuan sembako.

“Mudah-mudahan ini semua segera berakhir dan warga bisa hidup dengan normal,” harapnya.

Sementara, Kepala Desa Sukamulya H. Kusmayadi, mengatakan, pihaknya belum tahu sampai kapan warganya berada di tempat-tempat pengungsian. Apalagi sampai saat ini longsor susulan diprediksi masih bisa terjadi. Air yang membawa material longsor juga terus turun dan menerjang rumah-rumah warga.

“Adapun sementara ini jumlah logistik bantuan sembako dan obat obatan untuk pengungsi korban bencana alam di Desa ini masih aman. Alhamdulillah, masih banyak yang peduli dari para dermawan dan juga pemerintah,” bebernya.

Sampai saat ini, lanjut H. Kusmayadi, warga diungsikan di gedung-gedung sekolah. Warga yang tinggal di gedung sekolah ada sebanyak 320 orang. Sementara, sisanya tinggal di rumah-rumah penduduk dan tenda pengungsian yang didirikan pemerintah daerah Purwakarta melalui tim BPBD.

“Kalau mau makan mereka kumpul di sini. Sehari tiga kali mereka makan. Alhamdulillah, sementara ini untuk persediaan makanan masih aman,” jelasnya. (Asep Coklat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *