dutapublik.com, PELALAWAN – Polsek Pangkalan Kuras dan pemilik kebun melakukan tangkap tangan preman desa Dundangan Sorek Kecamatan Pangkalan Kuras yang diduga menyerobot dan menumbangkan sawit milik An yang sudah berusia 11 tahun dengan alat berat, Minggu (21/4/2024).
Disinyalir kegiatan penyerobotan dan perampasan kebun ini sudah dilaporkan oleh An selaku pemilik lahan sejak tahun 2009 ke Polsek Pangkalan Kuras tetapi tidak mendapat respon positif dari Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kuras.
Tanggal 20 April 2024 kemarin, sekira pukul 16.00 Wib sore hari, masyarakat pemilik lahan dan tanaman sawit telah mendapati alat berat yang sedang bekerja di lahannya dan langsung melaporkan hal tersebut ke Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kuras yang kemudian anggota Polsek Pangkalan Kuras beserta masyarakat pelapor langsung turun ke TKP dan benar mendapati alat sedang bekerja.
Petugas polisi langsung megambil kunci alat berat dan terjadi keributan antara pemilik lahan dan tanaman dengan oknum pelaku pengrusakan dan perampasan lahan inisial JN dan berhasil dilerai oleh polisi.
Namun An masyarakat pemilik lahan kecewa karena alat berat tersebut diserahkan kembali ke operator dan oknum pelaku pengrusakan tanaman JN dan perampas lahan tidak diamankan ke kantor polisi untuk diperiksa dan dimintai keterangan dengan alasan masih lidik.
An melalui kuasa Hukumnya Muslim Amir, S.H., kepada awak media menyampaikan kronologi kejadian ini.
“Tahun 2009 hal tersebut sudah pernah dilaporkan, tetapi diduga tidak direspon dan tersangka bebas berbuat semaunya, seperti kebal hukum. Dan juga terduga preman JN pernah menjamin 8 orang pelaku yang mencuri dan memanen hasil TBS dari lahan klien saya ini, dan pada saat para tersangka dipanggil, dinyatakan oleh JN ( Penjamin) sudah melarikan diri. Harusnya JN selaku penjamin yang masuk dan menggantikan mereka, ini ada apa, kok bisa bebas begitu. Ini menjadi perhatian bagi kita selaku pengayom masyarakat dalam perlindungan dan penegakan hukum yang transparan dan terbuka,” sebut Muslim Amir.
Tambahnya, hal ini telah mencoreng Presisi Polri dan merusak citra Polri di hadapan masyarakat. “Polri saat ini sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat, berkat kerja keras Kapolri, Kapolda Riau khususnya dan para Kapolres. Jangan rusak karena ulah permainan segelintir oknum lah,” tutup Muslim Amir. (Juntak)





