Langgar Prokes Saat KBM, Disdik Lebak Tegur SDN 1 Warunggunung

466

dutapublik.com, LEBAK – SDN 1 Warunggunung Kecamatan Warunggunung Kabupaten Lebak Banten, diberikan teguran oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak. Hal tersebut dikarenakan pihak SDN 1 Warunggunung mengabaikan aturan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan alasan kekurangan Buku Mata Pelajaran.

Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak Abdul Malik membenarkan dan mengklaim pihaknya sudah turun kelapangan dan memberikan teguran kepada SDN 1 Warunggunung terkait persoalan tersebut.

“Kita sudah berikan teguran dan jangan sampai melakukan hal seperti itu terjadi lagi,” kata Abdul Malik kepada awak media, pada Jumat (28/5).

Ketika ditanya terkait alasan pihak Sekolah mengabaikan aturan Prokes, menurut Abdul Malik, akibat kekurangan buku,

“Itu pelajaran tatap muka, jadi tidak harus begitu sebenarnya.Intinya tidak boleh berdempetan,” tegas Malik.

Ditanya soal adakah sanksi terkait pelanggaran prokes itu, Abdul Malik mengatakan, bahwa kejadian tersebut tidak terjadi seterusnya.

“Masalah Prokes tidak dilakukan terus-menerus hanya pada Mata Pelajaran itu saja, karena banyak Mata Pelajaran yang lain dan tidak dilakukan begitu,” jawabnya.

Lanjut Abdul Malik, terkait alasan kekurangan buku, yang biasanya tercover oleh Dana Bos, menurutnya, tergantung kepada kebutuhan Sekolah.

“Kalau memang dia mau beli bukunya sedikit artinya skala prioritas berapa persen dari jumlah anggaran. Kan ada skala prioritas sesuai juklak juknis secara bertahap mungkin belinya segini misalnya begitu, itu hanya kekurangan di satuan pendidikan,” ungkapnya.

Diketahui sebelumnya, adanya pemberitaan terkait Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka di SDN 1 Warunggunung Desa Warunggunung, diduga tidak memperdulikan aturan Pemerintah soal Prokes. Hal tersebut diakui para Murid, lantaran di Sekolah tersebut kekurangan Buku Pelajaran.

Pantauan awak media dilapangan, sejumlah Murid yang sedang melakukan KBM tatap muka di Sekolah tersebut diduga tidak menggunakan Masker bahkan tidak menjaga jarak.

Namun, ketika Murid tesebut ditanya oleh salah seorang Guru bernama Sukmawati, seluruh Murid yang ada di ruangan itu mengaku karena Buku Mata Pelajarannya hanya diberikan satu Buku. Sehingga belajarnya harus berduaan di satu meja dan duduk berdempetan. (AVID)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *