dutapublik.com, TANGGAMUS – Tak terima namanya disebut oleh Kepala Sekolah SMP Erlangga pada dua wartawan, Warga Pekon Tanjung Anom Kota Agung Timur, Sumpeno, angkat bicara. Ia mengatakan apa maksud Kepsek SMP Erlangga bicara seperti itu.
Pasalnya permasalah dugaan kekerasan pada siswa SMP Erlangga Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus, semakin meluas, berawal dari oknum guru melakukan tamparan pada 4 siswa, kemudian pihak sekolah memberikan surat undangan pada wali siswa seakan ke 4 siswa tersebut melakukan pemalakan dan bullying.
Kini timbul permasalahan baru terkait ucapan Kepsek SMP Erlangga pada dua wartawan yang mempertanyakan permasalah yang sedang berkembang di sekolah tersebut.
Saat bertemu awak media dutapublik.com, Sumpeno menceritakan terkait apa yang disampaikan oleh dua wartawan padanya, atas pernyataan AB Kepala Sekolah SMP Erlangga dengan bahasa jangan sampai permasalahan ini diketahui oleh Sumpeno. “Dengan bahasa seperti itu apa maksud dari AB bicara seperti itu pada wartawan, toh selama ini saya tidak pernah mempersoalkan isu tersebut,” ujar Sumpeno, Jumat (27/9/2024).
“Dengan nama saya dibawa-bawa oleh AB selaku Kepsek SMP Erlangga seakan akan saya ini dianggap mereka ga benar, supaya Kepsek SMP Erlangga tau sebelum permasalahan ini muncul dalam pemberitaan saya sudah tau lebih dulu, kedekatan saya dengan dua wartawan yang mendatangi AB itu kaya mana, lebih dekat lagi saya dengan wartawan yang pertama memberitakan permasalahan ini,” bebernya.
Lanjut Sumpeno, sebenarnya ia heran dengan apa yang terjadi di SMP Erlangga. Oknum guru yang melakukan kekerasan pada siswa didik, kok tiba-tiba AB selaku kepala Sekolah mengeluarkan surat undangan pada orang tua siswa dengan bahasa pemalakan dan bullying. Kata Sumpeno kalau memang siswa itu melakukan pemalakan dan bullying, yang dipalak siapa dan yang dibullying juga siapa, pihak sekolah harus bisa menjelaskan itu semua.
“Kalau pihak sekolah tidak bisa membuktikan berarti ini fitnah seakan pihak sekolah mengalihkan isu dan mencari pembenaran, bukan saya ga tau permasalahan di SMP Erlangga itu dari tahun ke tahun, saya warga Tanjung Anom Oknum guru DH itu orang Tanjung Anom Kepsek nya, juga orang Tanjung Anom dan siswa yang jadi korban itu juga orang Tanjung Anom,” ujarnya.
“Tapi yang membuat saya resah ada apa kok dengan gampangnya AB membawa bawa nama saya dan dia bicara seperti itu di hadapan wartawan, tak usah AB bicara dengan orang lain kenapa gak langsung saja sama saya biar jelas apa maksudnya bicara seperti itu.”
“Yang jelas permasalah SMP Erlangga dari dulu itu memang ada, kalau tenaga pendidiknya masih orang orang itu aja gak bakalan SMP Erlangga bisa berubah,” ujarnya.
Intinya kata Sumpeno, kepala Sekolah SMP Erlangga Kota Agung Timur Kabupaten Tanggamus, AB harus bisa menjelaskan di hadapannya apa maksudnya menyebut nama dirinya pada wartawan.
“Dan saya berharap pada orang tua siswa juga untuk jangan mudah luluh, karena dengan adanya surat undangan yang bahasanya pemalakan dan bullying itu sudah distempel oleh Kepsek artinya itu sudah ada indikasi menuduh anak kalian lah yang bersalah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan Kepala Sekolah SMP Erlangga AB tak pernah merespon konfirmasi awak media dutapublik. (Sarip)


