Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2024 M/1446 H Di Situs Budaya Makam Syekh Quro Dipastikan Bebas Politik

373

dutapublik.com, KARAWANG – Bulan Maulid pada penanggalan Islam, yakni tahun Hijriah, umat Islam seperti biasanya akan menggelar Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.

Begitu pula dengan Pemdes Pulokalapa yang bekerja sama dengan Juru Pelihara, Juru Kunci dan masyarakat sekitar Makam Syekh Quro yang berlokasi di Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Provinsi Jabar, menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada Jumat (4/10/2024) malam.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kali ini mengusung tema Meningkatkan Ukhuwah Islamiyah

Dengan Menebar Empati dan Memperkuat Tali Silaturahmi Antar Masyarakat. Dengan penceramah KH. Mustofa Kamaludin (Kopaja).

Baca Juga:  Pemdes Rawasari Bekerja Keras Sukseskan Program PTSL

Hj. Sri Redjeki, S.S.T.P., M.M., saat sambutan mengimbau kepada masyarakat yang hadir agar tetap menjaga tali silaturahmi dan menyukseskan Pilkada Serentak 2024.

Keterangan Gambar 2: Jamaah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

“Momen peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, mari kita jadikan untuk lebih memperat tali silaturahmi. Saya imbau kepada masyarakat mari kita sukseskan Pilkada Karawang 2024 Aman, Damai, dan Kondusif,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Popon Patmawati, selaku Kades Pulokalapa, menegaskan, bahwa keberadaan Makam Syekh Quro, diakui berada di Desa Pulokalapa.

Baca Juga:  Kepala Desa Labansari Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Yayasan Pendidikan Al-Qur’an

“Berdasarkan bukti sejarah yang otentik, saya tegaskan bahwa Makam Syekh Quro, hanya ada di Desa Pulokalapa. Jadi, jangan sampai ada pihak yang tidak bertanggung jawab yang mengaku adanya Makam Syekh Quro, di tempat lain,” tegasnya.

Diketahui, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tersebut turut dihadiri oleh Kapolsek Lemahabang Ipda Herawati, S.H., Danramil 0409/Tlg yang diwakili Danpos Serma Mulyana, Camat Lemahabang Hj. Sri Redjeki, S.S.T.P., M.M., Kepala KUA Lemahabang, Kades Pulokalapa Popon Patmawati, dan masyarakat sekitar. (Nendi Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *