dutapublik.com, MINAHASA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Minahasa menggelar debat publik pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Kabupaten Minahasa Tahun 2024. Kegiatan berlangsung di ballroom hotel Tateli Resort & Convention Center, Selasa (8/10/2024).
Ketua KPU Kabupaten Minahasa, Rendy V. J Suawa dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan debat publik terbuka antar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati, bertujuan untuk menyebarluaskan profile, visi dan misi, serta program kerja pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati kepada masyarakat.
Disamping itu juga, memberikan informasi yang menyeluruh kepada masyarakat sebagai pertimbangan dalam menentukan pilihannya, menggali dan mengelaborasi tema yang diangkat dalam debat publik antar pasangan calon Bupati dan Wakil bupati Kabupaten Minahasa.
Ia menyebutkan, debat publik mengusung tema “pembangunan ekonomi berwawasan lingkungan dalam pengelolaan Sumber daya alam, pertanian, dan pariwisata yang berkeadilan.”
Ia menjelaskan, kegiatan ini merupakan momentum yang sangat strategis untuk memilih pemimpin Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Minahasa.
“Oleh sebab itu, siapa yang terpilih nanti memiliki tanggung jawab yang besar dalam kemajuan Kabupaten Minahasa,” ujarnya.
Mengakhiri sambutannya, Rendy Suawa mengingatkan warga Minahasa pada tanggal 27 November nanti dapat mendatang TPS untuk menggunakan hak pilihnya.
“Doakan kami penyelenggara KPU Kabupaten Minahasa agar diberikan kekuatan dan kesehatan dalam memberikan pelayanan, sehingga penyelenggaraan pilkada tahun 2024 ini dapat berakhir dengan baik,” ia menambahkan.
Sebagai informasi, debat publik ini menghadirkan Lima panelis yakni, Prof dr. U.M Kamajaya Katuuk MS, Livie Alow S.Sos, Dr. Ferry Liando S.IP, M.Si, Dr. Arnold Poli SH, MAP, dr Felly Warouw SH, M.Eng, MPd, dipandu oleh Chetiza Lumingkewas.
Adapun ketiga pasangan calon yang mengikuti debat publik yakni, paslon nomor urut satu, Susi Sigar dan Perly Pandeiroth, paslon nomor urut dua, Youla Lariwa dan Denny Kalangi, paslon nomor urut tiga Robby Dondokambey dan Vanda Sarundajang. (Effendy)


