Diskusi Publik, Gus AMI Miliki Modal Politik Besar Sebagai Capres 2024

765

dutapublik.com, MEDAN – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar (Gus AMI), memiliki modal politik yang besar untuk bisa maju sebagai Capres 2024. Gus AMI dianggap sebagai calon yang seksi dan cukup menentukan pada Pilpres mendatang.

“Gus AMI merupakan tokoh muda NU yang saat ini diperhitungkan di kancah Nasional dan sangat berpotensi untuk maju sebagai Capres 2024 dengan elektabilitasnya dan PKB yang terus meningkat. Gus AMI bisa dipasangkan dengan siapapun sebagai paket Capres/Cawapres. Apakah dengan Puan dari PDIP, Airlangga dari Golkar atau dengan AHY dari Demokrat,” kata Ketua Cendikiawan Muslim Muda Sumatera Utara Dr. Iwan Nasution, S.H.I., M.H.I.

Ungkapan tersebut disampaikannya, ketika tampil sebagai narasumber pada Diskusi Publik Gus AMI (Muhaimin Iskandar) di Mata Tokoh Sumut yang diadakan pada Kamis (10/6) di Sufi’s Coffe Komplek MMTC, Jalan Welliam Iskandar/Pancing Medan.

Selain Dr. Iwan, pada diskusi publik yang diikuti 200 partisipan secara daring dan luring, hadir juga sebagai narasumber Dadang Darmawan, S.Sos., M.Si. selaku Sekjend KAHMI Sumut, Dedi Handoko, S.H., M.H. selaku Presidium Nasional Forum Masyarakat Katolik Indonesia, Dr. Anang Anas Azhar, M.A. selaku Pengamat Komunikasi Politik UINSU, Muhammad Ikhyar Velayati selaku Kordinator Forum Aktifis ’98 dan Ketua Bappilu DPP PKB Faisol Reza secara virtual.

Kordinator Forum Aktifis ’98 M. Ikhyar Velayati dalam diskusi itu mengatakan, PKB bisa membangun poros dalam Pencapresan mendatang. Dengan modal 58 kursi di DPR RI, PKB cukup mencari 1 atau 2 partai sebagai teman koalisi untuk memenuhi syarat Presiden Treshold 20%.

“Bila PKB berkoalisi dengan Golkar atau Gerinda atau dengan Nasdem, cukup dua partai saja sudah memenuhi Presiden Treshold. Apalagi jika berkoalisi dengan PDIP yang dapat mengusung calon sendiri. Tetapi, jika berkoalisi dengan Demokrat, dibutuhkan 1 partai lagi, karena PKB dengan 58 kursi dan Demokrat 54 kursi belum menenuhi syarat 20% yakni 115 kursi di Parlemen,” ujarnya.

Artinya, kata Ikhyar, peluang Gus AMI untuk maju sebagai Capres 2024, sangatlah besar dan dapat berkoalisi dengan partai manapun, tergantung lobi-lobi politik yang dilakukan para elit PKB.

“PKB memiliki basis pemilih tradisional yang besar yakni kaum Nahdliyyin, sehingga Gus AMI dan PKB memiliki bargening politik yang tinggi dalam pencapresan mendatang,” sebutnya.

Apalagi, lanjut Ikhyar, dengan gebrakan PKB yang menginisiasi lahirnya Hari Santri Nasional serta merancang UU Pesantren, dikalangan umat Islam terutama kaum Nahdliyyin, PKB dianggap sebagai partai yang paling Islami.

Selain itu, kata Ikhyar, PKB yang memiliki faham Islam moderat dan sangat mengedepankan Nasionalisme, membuat partai ini juga diterima kalangan Nasionalis serta masyarakat minoritas.

Dengan sosok Muhaimin Iskandar yang gaul dan berasal dari kaum muda, Ia juga digandrungi kalangan millenial. Sehingga potensi suara PKB pada Pemilu 2024 mendatang memiliki potensi besar semakin meningkat ke posisi 2 atau 3 pemenang pemilu dan itu semua modal besar Gus AMI dan PKB dalam melakukan lobi-lobi politik.

Sementara itu, Pakar Komunikasi Politik UINSU Dr Anang Anas Azhar mengatakan, Gus AMI merupakan Tokoh Nasional yang potensial dan telah masuk ke dalam bursa Capres 2024 dengan tingkat elektabilitas yang cukup tinggi.

Namun dikatakannya, elektabilitas yang tinggi saja tidak cukup, dibutuhkan juga adanya dukungan modal sosial dan modal financial untuk bisa dilirik dan diusung Parpol maju sebagai Capres atau Cawapres.

“Tetapi, kita lihat dukungan modal sosial dan financial itu telah dimiliki oleh Gus AMI. Karena PKB dan Gus AMI memiliki basis dukungan kaum Nahdliyyin yang besar sebagai modal sosial. Gus AMI juga kita yakini memiliki modal financial yang besar dengan dukungan para Pengusaha dari kalangan NU,” terangnya.

Sebagai Ketum PKB, sebut Anang, Gus AMI dipastikan sudah mengantongi dukungan PKB dengan 58 kursi di DPR, dan hanya tinggal mencari 1 atau 2 partai sebagai teman koalisi sehingga akan mengurangi cost politik untuk maju sebagai Capres.

Karena Pilpres baru akan berlangsung 3 tahun lagi, Gus AMI dan PKB dapat membangun pencitraan yang lebih masif, agar elektabilitas Gus AMI semakin tinggi. PKB juga harus lebih memfokuskan kampanyenya ke luar Jawa seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan lainnya. Karena suara PKB masih rendah di daerah-daerah luar Jawa.

Menanggapi soal modal finansial atau capital yang sangat dibutuhkan dalam Pencapresan, Dadang Darmaman, S.Sos. menyatakan, bahwa suasana kebatinan pemilih di Indonesia memang banyak dipenuhi distrust (ketidakpercayaan), jika tidak dibayar mereka tidak memilih.

Tetapi menurutnya, dengan modal sosial Gus AMI, di mana kaum Nahdliyyin di Indonesia sangat besar, hal itu tak terlalu menjadi masalah.

“Jika Gus AMI mampu mempersatukan pemilih NU, peluangnya untuk bisa terpilih sebagai RI 1 sangat besar. Karena secara basis, belum ada Ormas di Indonesia yang bisa mengalahkan NU. Tinggal bagaimana Gus AMI menyatukan kekuatan PKB dengan NU untuk mendukungnya,” imbuhnya.

Tetapi Ia yakin, Gus AMI yang memiliki tipikal seperti Gus Dur, akan mampu menyatukan berbagai kepentingan di kalangan kaum Nahdliyyin. Selain itu, Gus AMI juga diyakini bisa merangkul berbagai entitas yang ada.

Kemudian, Presidium Nasional Forum Masyarakat Katolik Indonesia Dedi Handoko, S.H., M.H. menambahkan, Gus AMI sangat potensial untuk maju sebagai Capres 2024 karena berbagai indikator keberhasilannya.

Menurut Dedi, sejak dipimpin Gus AMI, PKB memperoleh suara dan kursi di DPR RI yang terus meningkat. Bahkan dalam berbagai survey, pada Pemilu 2024 PKB berpotensi masuk ke 3 atau 2 besar pemenang pemilu.

“Perolehan suara dan kursi PKB terus meningkat di DPR. Ini jelas indikator keberhasilan Cak Imin dalam memimpin partai. Dan sebagai Partai Religius Nasionalis yang moderat, PKB juga diterima kalangan Katolik dan umat lainnya,” terangnya.

Sekarang ini, menurut Dedi, tinggal bagaimana Bung Faisol Reza sebagai Ketua Bappilu PKB dan tim sukses Gus AMI bisa mengemas semua potensi yang dimiliki sebagai bahasa politik yang dapat dimengerti dan diterima masyarakat hingga ke akar rumput. Sehingga masyarakat memilih Muhaimin Iskandar dan PKB dalam Pilpres dan Pemilu 2024.

Karena, Ia menuturkan, Gus AMI telah memiliki semua sumber, yakni modal sosial, kapital, bahkan juga modal budaya dan modal simbolik.

Diketahui, Ketua Bappilu DPP PKB Faisol Reza, menyambut baik dan mengucapkan terima kasih atas inisiasi tokoh-tokoh muda di Sumut menggelar diskusi publik. Dan ini adalah diskusi publik pertama yang membahas tentang Gus AMI menuju Pilpres 2024.

“Diskusi publik semacam ini sangat penting agar kita bisa menilai secara dekat sosok Gus AMi. Saya mengenal beliau cukup lama dan beliau sangat gigih dan getol dalam menjalankan roda organisasi,” tuturnya.

Ia juga berbicara tentang cara-cara berpolitik Gus AMI serta kedekatannya dengan Gus Dur yang merupakan mentor politik utamanya serta persoalan yang berkaitan kampanye PKB yang akan mengusung Gus AMI sebagai Calon Presiden 2024 mendatang. (AViD)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *