dutapublik.com, MINAHASA – Monumen Johann Gotlieb (JG) Schwarz yang berlokasi di kompleks Gereja GMIM Sentrum Schwarz Langowan memiliki latar belakang sejarah.
Pada bulan November 2005 muncul ide (gagasan) untuk pembuatan Monumen Schwarz sebagai bagian dari Pekabaran Injil di Minahasa.
Johann Gotlieb Schwarz yang datang menginjakkan kaki di Tanah Minahasa bersama Johann Riedel sejak 12 Juni 1831, merupakan penginjil yang berjasa membawa perubahan dan pencerahan di Tanah Minahasa, lebih khusus di Langowan.
Oleh karena jasa dan pengabdian Schwarz itu, maka warga Langowan berkeinginan untuk mengabadikan kehadiran Schwarz dengan mendirikan Monumen.
Untuk itu, pada bulan November 2005, Saudara Jameson Bokko, yang adalah seorang anggota polisi, memprakarsai untuk membangun Monumen tersebut dengan membentuk Panitia Pembangunan.
Pada bulan Februari 2006 perencanaan dan desain diserahkan Kepada Roby Kalangie, ST. Sebagai Arsitek dan konseptor dari Monumen tersebut. Adapun konsep Base tempat berdirinya Patung dianalogikan Sebagai Rangouw. Rangouw adalah sebuah pohon besar (wetes) yang berongga (berlubang), tempat pemujaan berhala orang Langowan di era sebelum kedatangan Schwarz, yang letaknya di kompleks Gereja GMIM Sentrum Schwarz saat ini.
Dengan kedatangan Schwarz, ia berhasil meyakinkan orang Langowan dengan berita Injil, sehingga tempat pemujaan berhala itu berubah menjadi Gereja, tempat memuja Allah di dalam Yesus Kristus.
Patung Schwarz yang dibangun sejak awal itu, didesain berbentuk “memberkati”, dengan tangan kanan terangkat memberkati dan tangan kiri memegang Alkitab.
Pada bulan Maret 2006-2007 Pelaksanaan Pembangunan Struktur dan Konstruksi pembuatan Patung ini dipercayakan kepada Seniman Lokal yang bernama Cici. Kemudian diresmikan pada Tahun 2007. Monumen ini menjadi apresiasi generasi muda Langowan dalam rangka membangun suasana Kota Langowan sebagai Kota Injil.
Kemudian pada bulan Desember 2021 Prabowo Subianto yang waktu itu menjabat Menteri Pertahanan merenovasi Monumen tersebut dengan menggantikan material Patung dengan Logam (perunggu), tapi tidak merubah konsep awal atau nilai-nilai filosofi Arsitekturalnya.
Sedang Dunadi, pematung asal Yogyakarta, yang mendesain petungnya, hanya menambakan hal-hal teknisnya saja dari Monumen tersebut.
Sehingga nilai kawasan Monumen Schwarz berubah menjadi lebih berkwalitas dan menjadi icon Kota Langowan.
Diharapkan dari nilai Historikal monumen tersebut generasi mudah Langowan tetap mengapresiasikan nilai-nilai perjuangan yang terkandung di dalamnya.
Setelah penggantian material oleh Prabowo Subianto, yang kini Presiden RI, patung lama kemudian dipindahkan di sudut SMAKristen Langowan.
Saat ini pula patung ini direnovasi kembali untuk mendapatkan nilai yang sepadan dengan lingkungan. Perlu diketahui pendanaan dari renovasi Patung lama Schwarz ini didanai oleh Zuzana Ilona Tombeng, STh, MTh, warga Langowan yang berada di New York, USA.
Proyek ini diprakarsai juga oleh Dr. AKBP Jameson Bokko, SH dan melibatkan Arsitek yang lama sebagai Peseni Binaan yaitu Roby Kalangie; ST, serta seniman lokal.
Perlu ditambahkan bahwa Patung Schwarz merupakan lambang Transformasi budaya. Di mana pada waktu itu orang Langowan Tempo dulu sebagai penganut atau penyembah berhala (Alifuru/kekuatan supranatural) diubah menjadi orang yang mengenal Tuhan melalui penginjilan Schwarz, sehingga menjadi Kristen dan berkembang sampai sekarang. (EffendyRKJP)


