dutapublik.com, BEKASI – Warga Kampung Ranca Iga, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, mengeluhkan kondisi jalan dan tembok penahan tanah (TPT) yang mengalami kerusakan parah meskipun baru dibangun sekitar empat bulan lalu. Proyek infrastruktur ini disebut menghabiskan anggaran hingga Rp10 miliar dari APBD.
Dalam sebuah video yang tersebar di media sosial, seorang warga yang dikenal dengan nama Ahyad alias Keye menyuarakan kekecewaannya. “Baru empat bulan jalan udah ambruk lagi. Anggarannya besar sekali ini, Pak Bupati. Sepuluh miliar masa cuma empat bulan doang,” ujarnya dalam video tersebut.
Warga menyoroti kualitas pekerjaan yang dinilai buruk, dengan kondisi jalan yang retak, miring, serta indikasi minimnya penggunaan besi sebagai penguat struktur. Selain itu, muncul kekhawatiran akan potensi banjir jika kerusakan dibiarkan.
Menanggapi hal ini, aktivis Kabupaten Bekasi, Bapak Toyeng, memberikan pernyataan keras. “Ini bukan sekadar masalah teknis pembangunan, tapi menyangkut tanggung jawab dan transparansi penggunaan anggaran publik. Kalau benar proyek ini bernilai Rp10 miliar tapi hasilnya seperti itu, maka harus ada audit independen. Jangan sampai rakyat terus jadi korban pembangunan asal-asalan,” tegasnya, Kamis (24/4/2025).
Toyeng juga mendesak Bupati Bekasi untuk turun langsung ke lokasi serta menindak tegas kontraktor yang terbukti lalai. “Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam. Proyek-proyek seperti ini harus dievaluasi total, dan jika perlu, blacklist kontraktornya. Ini uang rakyat, bukan untuk main-main,” tambahnya. (Sam/Zabar)


