dutapublik.com, SULUT – Sulawesi Utara kini berada di titik kebangkitan ekonomi baru. Sejak dilantiknya Gubernur Yulius Selvanus Komaling (YSK) dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, geliat pembangunan dan aktivitas ekonomi di Bumi Nyiur Melambai menunjukkan tren positif yang menjanjikan.
Salah satu indikator utamanya adalah suksesnya pelaksanaan berbagai agenda MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions) berskala nasional hingga internasional. Hal ini menjadikan Sulut sebagai magnet baru bagi berbagai kegiatan strategis berskala besar.
Sejak awal masa kepemimpinan YSK–Victory, Sulawesi Utara mulai rutin dikunjungi tokoh-tokoh penting dari pemerintah pusat. Deretan pejabat negara mulai dari menteri, wakil menteri, dirjen, hingga anggota komisi DPR RI silih berganti menyambangi Sulut.
Fenomena ini belum pernah terjadi sesering ini pada pemerintahan sebelumnya. Hal ini dikonfirmasi oleh Plt. Sekprov Sulut, Tahlis Gallang, yang menyebutkan bahwa perekonomian Sulut diperkirakan akan tumbuh lebih tinggi pada triwulan kedua dibandingkan triwulan pertama.
“Karena MICE ini, kita bahkan kelabakan. Banyak sekali agenda dalam satu hari, bahkan di hari libur pun ada kunjungan dari kementerian. Hari ini saja, Ketua Komisi II DPR RI datang ke Sulut. Ini sangat luar biasa dan jarang terjadi di era sebelumnya,” ungkapnya.
Kehadiran para pejabat tinggi negara ini tidak hanya membawa angin segar secara politis, tetapi juga menciptakan efek domino bagi sektor-sektor produktif masyarakat, seperti UMKM, jasa, transportasi, hingga pariwisata.
Sulut kini menjelma menjadi panggung utama bagi agenda-agenda strategis yang berdampak luas bagi masyarakat. Salah satu kunci utama dari pencapaian ini adalah posisi strategis Gubernur YSK yang dikenal sebagai orang dekat Presiden Prabowo.
Pelaksanaan MICE secara intensif telah mendorong peningkatan signifikan pada berbagai sektor:
Pariwisata Melejit Ratusan tamu dari luar daerah hingga mancanegara datang untuk mengikuti konferensi dan pameran. Hotel-hotel penuh, restoran ramai, dan sektor jasa lokal kembali bergairah.
Peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Sektor perhotelan, transportasi, restoran, dan penyelenggara acara (event organizer) tumbuh pesat. Retribusi dan pajak dari kegiatan ini menyumbang langsung ke kas daerah.
Lapangan Kerja Tercipta Mulai dari porter hotel, sopir transportasi, hingga kru produksi acara, semua mendapatkan peluang kerja. Ekonomi rakyat pun ikut bergerak
Citra Daerah Terangkat Sulut mulai dikenal sebagai destinasi MICE unggulan di Indonesia Timur. Kota Manado bahkan disebut-sebut sebagai “Bali Baru” dalam sektor konvensi dan bisnis.
Kolaborasi Lintas Sektor Agenda MICE melibatkan sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan komunitas lokal. Hasilnya, koordinasi meningkat dan pelayanan terhadap tamu menjadi lebih prima.
Citra Pemimpin Meningkat Kepemimpinan yang mampu mengelola agenda nasional secara rapi dan berdampak nyata memberikan nilai tambah politik yang kuat.
Jalinan Strategis dengan Investor Lewat forum bisnis dan networking, hubungan antara Pemprov Sulut dan investor potensial terus berkembang. Ini menjadi modal penting untuk pembangunan sektor strategis.
Dorongan Infrastruktur Untuk mendukung agenda MICE, pembangunan fasilitas umum, konektivitas transportasi, dan venue konferensi ikut ditingkatkan. Infrastruktur yang kokoh akan menjadi warisan jangka panjang dari kebijakan hari ini.
Agenda MICE yang intensif dan berkelanjutan diyakini dapat menjadi tonggak pembangunan jangka panjang Sulawesi Utara. Dengan pengelolaan yang cerdas, provinsi ini bukan hanya menjadi panggung nasional, tetapi juga akan menjelma sebagai pemain utama dalam perekonomian Indonesia Timur.
Gubernur Yulius Selvanus Komaling dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay kini memegang momentum emas. Jika peluang ini dimanfaatkan dengan tepat, Sulut tak hanya akan melesat sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai episentrum baru ekonomi, politik, dan bisnis nasional.
(Efd/Tim)



