Agus Flores: Aktivis Penjaga Hutan Dari Tompe yang Menjadi Penggerak Nasional Anti Tambang Ilegal

147

 

 

dutapublik.com, SULTENG – Raden Mas MH Agus Rugiarto SH, yang akrab disapa Agus Flores Ular Naga, lahir di Desa Tompe, Sirenja, Sulawesi Tengah, sebuah wilayah terisolasi pada masanya. Latar belakang kehidupan sederhana, tumbuh besar dengan makanan sagu dan ubi kayu, tidak pernah menghalangi tekadnya untuk menjadi salah satu tokoh yang dikenal luas sebagai penjaga alam dan hutan Indonesia.

Nama Agus Flores bahkan pernah disebut oleh Presiden Joko Widodo sebagai figur yang mendapat perhatian nasional karena kiprahnya dalam melindungi lingkungan dan kawasan hutan dari kerusakan. Namun bagi Agus, pengakuan bukanlah tujuan; itu hanyalah konsekuensi dari janji suci yang ia pegang teguh kepada leluhur dan Tuhan.

“Saya tidak mau hutan rusak sejengkal pun. Sejak kecil saya sudah disebut ‘logging’, tapi justru karena itulah saya berjanji menjaga alam ini dengan sepenuh jiwa,” ujar Agus Flores.

Melihat maraknya aktivitas tambang ilegal, ia kemudian mendirikan Perkumpulan Wartawan Fast Respon, sebuah jaringan yang bergerak cepat menindaklanjuti temuan perusakan lingkungan, khususnya pertambangan tanpa izin. Bagi Agus, langkah ini merupakan tanggung jawab moral atas amanah yang diyakininya selalu diawasi oleh Allah SWT dan para leluhur.

“Saya lahir dari ayah keturunan kiai dan ibu keturunan Katolik. Dua nilai besar itu menjadikan saya berjanji: satu langkah pun saya tidak boleh meninggalkan komitmen menjaga alam. Bila alam rusak, maka Raja Alam yang akan berbicara,” tegasnya.

Dengan prinsip hidup yang kuat, perjalanan Agus Flores menjadi inspirasi bahwa penjagaan hutan bukan hanya tugas negara, tetapi juga panggilan nurani setiap anak bangsa. (NH)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *