Agus Flores Instruksikan Wartawan Fast Respon Se-Indonesia Dukung Program Keselamatan Lalu Lintas Polri

8

dutapublik.com, JAKARTA – Ketua Umum Fast Respon Nusantara Counter Polri (FRN Counter Polri), Agus Flores, menginstruksikan seluruh wartawan Fast Respon di Indonesia untuk turut mendukung program Kepolisian Lalu Lintas (Lantas) Polri, khususnya dalam meningkatkan kesadaran, kedisiplinan, dan keselamatan masyarakat di jalan raya.

Instruksi tersebut disampaikan Agus Flores pada Selasa (11/8/2026). Menurutnya, insan pers memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya tertib dan disiplin berlalu lintas.

Pemberitaan, kata Agus, tidak semata-mata diarahkan untuk menyampaikan informasi ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat sebelum peristiwa terjadi.

“Saya instruksikan seluruh wartawan Fast Respon se-Indonesia untuk mendukung program Lantas. Bila perlu, bantu sosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya tertib dan disiplin dalam berlalu lintas,” tegas Agus Flores.

Ia menekankan bahwa program keselamatan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan penindakan hukum, tetapi juga menyangkut perubahan perilaku masyarakat.

“Program lalu lintas bukan hanya persoalan penindakan. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana membangun kesadaran masyarakat bahwa keselamatan di jalan merupakan kebutuhan bersama,” ujarnya.

Dalam arahannya, Agus Flores meminta jajaran wartawan Fast Respon menyampaikan sejumlah pesan penting kepada masyarakat.

Pertama, masyarakat diminta selalu mematuhi tata tertib lalu lintas serta menghormati sesama pengguna jalan.

Kedua, setiap pengendara diingatkan untuk memastikan kelengkapan dokumen kendaraan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketiga, masyarakat diharapkan mematuhi penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai bagian dari sistem penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi.

Keempat, Agus Flores mengingatkan pentingnya kehati-hatian saat berkendara.

“Jangan pernah menganggap remeh keselamatan berkendara. Satu kelalaian di jalan bisa berdampak panjang bagi keluarga. Saya tekankan, hati-hati berkendara, karena nyawa tidak ada cadangan,” tegasnya.

Kelima, edukasi keselamatan berlalu lintas harus dimulai dari lingkungan keluarga, terutama kepada anak-anak.

Menurut Agus, orang tua memiliki peran penting dalam mengajarkan anak sejak dini agar menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab.

“Orang tua memiliki peran penting. Anak-anak harus diajarkan sejak dini bagaimana menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab. Pendidikan keselamatan berlalu lintas dimulai dari rumah,” katanya.

Agus Flores juga meminta seluruh jajaran Fast Respon di daerah memanfaatkan media masing-masing sebagai ruang edukasi publik.

“Wartawan Fast Respon harus hadir memberikan edukasi yang mencerdaskan masyarakat. Jangan hanya memberitakan ketika terjadi kecelakaan atau pelanggaran, tetapi ikut mendorong masyarakat agar tertib sebelum kejadian itu terjadi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pesan keselamatan berlalu lintas sebaiknya disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan bersifat edukatif, tanpa menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

“Saya minta seluruh jajaran Fast Respon di daerah ikut menyampaikan pesan-pesan keselamatan berlalu lintas melalui media masing-masing. Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan tidak menakut-nakuti masyarakat,” lanjut Agus.

Menurutnya, kelengkapan dokumen kendaraan, kepatuhan terhadap aturan, serta kesadaran terhadap sistem ETLE harus menjadi bagian dari budaya tertib masyarakat.

“Jangan menunggu ditindak baru kemudian tertib. Kesadaran untuk mematuhi aturan harus tumbuh dari diri sendiri,” tegasnya.

Agus Flores menegaskan bahwa keterlibatan insan pers dalam menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas merupakan bagian dari upaya bersama untuk membangun budaya tertib di jalan raya.

Ia berharap seluruh wartawan Fast Respon tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga ikut menjadi bagian dari gerakan edukasi keselamatan lalu lintas.

“Mari kita bangun budaya tertib berlalu lintas. Edukasi harus dimulai dari keluarga, kemudian lingkungan dan masyarakat. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (NH)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *