Bareskrim Polri Kejar Aktor Utama Perusakan Hutan di Sumatera, Pemilik Alat Berat Jadi Target Penyelidikan

80

dutapublik.com, SUMUT – Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri terus mendalami kasus dugaan perusakan lingkungan yang diduga menjadi pemicu banjir di sejumlah wilayah di Sumatera. Penyelidikan berfokus pada temuan kayu gelondongan di Garoga, Tapanuli Utara, serta Anggoli, Tapanuli Tengah, untuk mengungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab.

Brigjen Pol. Mohammad Irhamni memastikan pihaknya tengah menelusuri asal muasal kayu yang ditemukan di titik-titik banjir tersebut.
“Kami telusuri dari TKP, kami bekerja berdasarkan alat bukti. Ini harus kami uji di laboratorium untuk memastikan identifikasi jenis kayu. Setelah itu, kami cocokkan dengan temuan di TKP untuk mengetahui sumber kayu tersebut, apakah dari kawasan hutan atau di luar kawasan hutan,” ujar Brigjen Pol. Irhamni kepada wartawan saat konferensi pers via Zoom, Rabu (10/12/2025).

Berdasarkan penelusuran awal, penyidik menemukan indikasi kuat bahwa kayu-kayu tersebut berasal dari aktivitas pembukaan lahan baru.
“Kami telah menemukan beberapa titik bukaan. Jenis-jenis kayu itu identik dengan yang ada di Garoga dan Anggoli,” jelasnya.

Bareskrim kini menargetkan aktor utama dari aktivitas ilegal tersebut.
“Kami akan mencari siapa yang melakukan, siapa yang menyuruh, dan siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu,” tegas Irhamni.

Selain itu, penyidik juga memburu pemilik alat berat yang ditemukan di lokasi pembukaan lahan. Di TKP, petugas mendapati dua unit ekskavator dan satu unit buldoser. “Kami akan membuktikan siapa yang mendapatkan keuntungan, apakah perorangan atau korporasi. Yang jelas, untuk wilayah Garoga, prosesnya telah kami naikkan ke tahap penyidikan,” pungkasnya. (N.H)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *