dutapublik.com, CIANJUR – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan warga Kampung Sukawening, Desa Sukakerta, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur. Bersama para pemuda yang tergabung dalam Remaja Sukawening Bersatu (RSB), mereka melaksanakan pengecoran jalan utama lingkungan secara swadaya, Selasa (9/6/2025).
Kegiatan ini digagas oleh tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan RSB sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi jalan lingkungan yang selama ini mengalami kerusakan cukup parah.
Puluhan warga dari berbagai elemen masyarakat tampak antusias mengikuti kerja bakti. Mereka bergotong royong mulai dari persiapan bahan, perataan jalan, pencampuran adukan semen, hingga proses pengecoran.
Jalan utama yang menjadi akses penghubung antarwilayah tersebut sebelumnya hanya berupa timbunan batu koral yang tidak rata. Banyak bagian jalan berlubang dan bebatuan yang terlepas sehingga membahayakan pengguna jalan.
Saat musim hujan, jalan menjadi licin dan berlumpur. Sementara pada musim kemarau, debu tebal kerap mengganggu aktivitas warga. Kondisi tersebut menyulitkan pejalan kaki maupun pengendara roda dua, bahkan berpotensi menyebabkan kecelakaan serta kerusakan kendaraan.
Melihat keterbatasan anggaran perbaikan dari pihak terkait, masyarakat bersama jajaran Remaja Sukawening Bersatu (RSB) mengambil inisiatif melakukan pembangunan secara mandiri.
Pekerjaan yang dilakukan meliputi perataan batu koral, pemadatan tanah dasar, pencampuran material, hingga pengecoran jalan. Hingga akhir kegiatan, proses pengecoran belum selesai sepenuhnya dan akan dilanjutkan sesuai jadwal yang telah disepakati bersama.
Ketua Remaja Sukawening Bersatu (RSB), Andri Setiawan, mengatakan tingginya semangat kebersamaan warga menjadi modal utama terselenggaranya kegiatan tersebut. Dana pembelian semen, pasir, dan peralatan diperoleh dari sumbangan sukarela anggota maupun masyarakat, sementara tenaga kerja diberikan secara gotong royong tanpa upah.
“Kami selaku pengurus dan anggota Remaja Sukawening Bersatu (RSB) percaya bahwa pembangunan tidak harus selalu menunggu bantuan dari luar. Ketika berbagai elemen bersatu dengan semangat yang tinggi, keterbatasan dana dapat tergantikan dengan kekuatan kebersamaan. Meskipun pengecoran belum selesai seluruhnya hari ini, kami telah menyusun jadwal untuk melanjutkan pekerjaan hingga tuntas,” ujar Andri.
Ia berharap, setelah proses pengecoran selesai dan kondisi jalan benar-benar siap digunakan, akses transportasi masyarakat dapat semakin lancar serta mendukung mobilitas warga dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.
Salah seorang warga mengaku mengapresiasi inisiatif para pemuda RSB yang berhasil menggerakkan masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki jalan lingkungan.
“Kami sangat senang melihat jalan ini akhirnya mulai diperbaiki berkat inisiatif para remaja. Dulu jalan koral sering menyulitkan, membuat kendaraan rusak dan licin saat hujan. Kami siap kembali bergotong royong agar pekerjaan ini segera selesai dan bisa dinikmati bersama,” ungkapnya.
Usai pekerjaan dihentikan sementara, warga melakukan pengecekan hasil pengecoran yang telah selesai dikerjakan serta menerima arahan mengenai perawatan sementara pada bagian jalan yang sudah dicor.
Kegiatan kemudian ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.
Remaja Sukawening Bersatu (RSB) menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proses pengecoran sesuai rencana. Tokoh masyarakat Kampung Sukawening juga mengajak seluruh warga untuk terus mendukung serta menjaga fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. (Rahmat)





