dutapublik.com, KARAWANG – Proyek pengadaan kandang ayam dan usaha ayam petelur yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tegalurung, Kecamatan Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, menjadi sorotan publik.
Program yang disebut memiliki nilai anggaran sekitar Rp240 juta tersebut diduga belum berjalan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, hingga 1 Juni 2026 kandang ayam yang dibangun melalui pengelolaan BUMDes dan Pemerintah Desa Tegalurung itu dilaporkan belum beroperasi dan belum terlihat adanya aktivitas usaha peternakan maupun keberadaan ayam petelur.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan dari sejumlah pihak terkait efektivitas penggunaan anggaran yang telah dialokasikan untuk program tersebut.
Saat dikonfirmasi oleh Dutapublik.com, Ketua BUMDes Tegalurung, Aldy Ramadhan, belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi terkait perkembangan proyek tersebut.
Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Pembangunan Nasional (MPPN), Tatang Obet, menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius dari pihak berwenang.
Menurutnya, apabila anggaran yang telah dialokasikan tidak menghasilkan manfaat sesuai tujuan program, maka perlu dilakukan evaluasi dan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
“Kami mempertanyakan efektivitas penggunaan anggaran yang bersumber dari dana yang dikelola desa melalui BUMDes. Jika hingga saat ini kandang belum beroperasi dan usaha ayam petelur belum berjalan, maka perlu ada penjelasan terbuka kepada masyarakat,” ujar Tatang Obet.
Ia juga berencana melaporkan persoalan tersebut kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar dilakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran yang dikelola Pemerintah Desa maupun BUMDes Tegalurung.
Menurut Tatang, langkah audit diperlukan untuk memastikan seluruh penggunaan anggaran telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Tegalurung maupun pengelola BUMDes belum memberikan penjelasan resmi terkait kondisi proyek kandang ayam dan usaha ayam petelur tersebut.
Dutapublik.com masih berupaya meminta konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna menjaga keberimbangan informasi sesuai kaidah jurnalistik. (Uya)





