Terkait Statement BEM UI Kepada Jokowi, Amir Aripin Harahap Tantang Leon Debat Terbuka

572

dutapublik.com, PEKANBARU – Kritikan demi kritikan terus bergulir dari BEM Mahasiswa di Indonesia terkait statement BEM UI yang tidak menyiratkan seorang Mahasiswa yang berpendidikan, beretika seperti layaknya masyarakat Indonesia yang memiliki rasa sopan santun dan etika tinggi yang dikenal oleh Dunia luas.

Amir Aripin Harahap pada Selasa (6/7) saat ditemui oleh awak media mengatakan, bahwa dalam memberi saran dan kritik membangun terhadap Pemerintah ataupun kepada Masyarakat, tetap harus menjaga etika dan sopan santun tanpa mengurangi maksud dan tujuan kritik tersebut, dalam berdemokrasi, tetap ada aturan dan tata etikanya.

“BEM UI Leon Alvinda Putra sebelumnya mengatakan Presiden Jokowi The King of live Service. Itu adalah hal yang tak patut dan tak pantas. Apakah Leon tersebut tidak mengetahui perkembangan pembangunan di Papua, Pembangunan Jalan Tol, pengambilalihan saham Freeport, pengembalian Blok Rokan ke Pertamina, Pengurusan surat tanah gratis masyarakat, belum lagi soal kelapa dll. Jadi tidak patut dan perlu dikaji sekali maksud dan tujuan dari kritik tersebut,” ucap Amir selaku Koordinator Pusat (Korpus) BEM se Riau.

Menurut Amir, kebijakan Presiden Jokowi di daerah penghasil sawit khususnya di Provinsi Riau sangat tepat, yakni melalui program PSR, Biodisel 30 (B 30) yang sedang di kembangkan menjadi B 100. Hal ini demi mewujudkan Indonesia Merdeka Energy.

“Adinda Leon sebagai Presiden Mahasiswa BEM UI harus tau bahwa kebijakan Presiden Jokowi misalnya soal kepala sawit sangat menguntungkan masyarakat di daerah penghasil sawit khususnya di Riau. Program Peremajaan sawit rakyat (PSR), Pengembangan B 30 menuju B 100. Ini ide besar Pak Jokowi dalam rangka mewujudkan Indonesia Merdeka Energy” tegasnya.

Amir mengingatkan Presiden BEM UI harus menila Pemerintah secara objektif, menurutnya kritikan BEM UI tidak konstruktif hanya mencari popularitas semata.

“Saya kira kritik BEM UI tidak konstruktif dan tidak objektif hanya mengutamakan popolaritas semata. Kan dari diskusi-diskusi Ketua BEM UI di media itu kita simak tidak ada ide besar dari mereka, malah persoalan yang remeh-remeh. Bukan kelas BEM lah saya kira apalagi sekelas BEM UI,” ujar amir sambil tersenyum

Bahkan Amir menantang ketua BEM UI untuk debat atau diskusi secara terbuka kapan pun dan di mana saja..

“Saya bisa buktikan bahwa Ketua BEM UI itu tidak objektif dan tidak mengerti persoalan yang dia kritik. Mari kita buktikan melalui diskusi atau debat terbuka di mana dia mau dan kapan saja saya siap.”

“Saya berani mengatakan bahwa poster BEM UI mengatakan Presiden Jokowi King of Live Service merupakan gagal pahamnya BEM UI menganalisa persoalan. Itu penghakiman tak berdasar kepada Presiden Jokowi. Maka BEM UI sadarlah jangan mencari poplaritas dengan cara yg tidak santun apalagi mengina Presiden Jokowi,” tegasnya. Sumber Erick. (iwan ridwan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *