Sponsor Effendi Berangkatkan PMI Nonprosedural Timur Tengah Ke Abu Dhabi Secara Perseorangan Tanpa Surat Izin Suami


dutapublik.com, KARAWANG – Penghentian dan Pelarangan Penempatan Tenaga Kerja Indonesia pada Pengguna Perseorangan di Negara-negara Kawasan Timur Tengah, yang tertuang di dalam Kepmenaker nomor 260 tahun 2015 atau Moratorium, bagi para mafia TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) diduga hanya dianggap pepesan kosong belaka.

Bagaimana tidak? Hingga saat ini, masih banyak Pekerja Migran Indonesia diberangkatkan secara nonprosedural ke negara-negara kawasan Timur Tengah untuk dipekerjakan menjadi Asisten Rumah Tangga (ART) atau pembantu di rumah-rumah warga negara Negeri Unta.

Adalah, K (42), warga Kecamatan Cilebar Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, sekira Juni 2026, telah diberangkatkan ke negara Abu Dhabi, yang diduga kuat direkrut dan diproses secara nonprosedural oleh sponsor bernama Effendi, yang berdomisili di Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat, tanpa surat izin suami.

Hal itu terungkap ketika, AS (44), selaku suami dari, K, mengadukan nasib pilu yang menimpa istri tercintanya kepada Lembayung Senja Indonesia (LSI) DPD Kabupaten Karawang.

“Istri saya diproses oleh Effendi, secara Calling Visa tanpa perusahaan. Effendi memberangatkan Istri saya seperti itu karena istrinya Effendi, bekerja di sana. Sepengetahuan saya, Effendi, itu sering memberangkatkan para TKW ke Abu Dhabi (Dubai). Saya tidak merasa menandatangani surat izin suami,” ujarnya, Minggu (30/8/2026).

AS, menjelaskan bahwa istrinya saat ini berada di salah satu Agensi dalam kondisi sakit.

“Setelah satu bulan setengah istri saya bekerja di salah satu rumah Majikan, istri saya mau dibuatkan Igomah. Namun, setelah dilakukan medikal ulang, ternyata istri saya dinyatakan memiliki penyakit Paru-Paru. Sehingga, istri saya dikembalikan ke Agensi oleh Majikannya, karena dianggap sudah tidak layak bekerja,” jelasnya.

Ditambahkannya, bahwa AS, meminta bantuan ke LSI DPD Karawang, agar istri tercintanya dipulangkan ke negara Indonesia.

“Saya sudah meminta kepada Effendi, agar istri saya dipulangkan ke Indonesia, karena sakit yang dideritanya. Tetapi, Effendi, mengatakan bahwa kalau mau pulang harus menyediakan sejumlah uang,” terangya.

Sementara, Effendi, ketika dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut, Effendi memilik bungkam hingga berita ini dipublikasikan. (Nendi Wirasasmita)





Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *