dutapublik.com, BEKASI — Ribuan massa dan relawan pendukung calon Kepala Desa Labansari nomor urut 2, Nurdin Hayat, memadati sejumlah ruas jalan di Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda kampanye damai menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Labansari periode 2026–2034.
Iring-iringan sepeda motor dan kendaraan terbuka menjadi pemandangan dalam kegiatan kampanye tersebut. Sejumlah peserta juga membawa berbagai atribut sebagai bentuk dukungan kepada calon nomor urut 2.
Meski berlangsung meriah, banyaknya massa yang hadir dalam kampanye tidak serta-merta dapat menjadi gambaran hasil pemungutan suara. Jumlah peserta kampanye bukan merupakan ukuran pasti terhadap keseluruhan pilihan masyarakat Desa Labansari.
Nurdin Hayat mengapresiasi antusiasme masyarakat dan relawan yang hadir dalam kegiatan kampanye damai tersebut.
“Alhamdulillah, kampanye damai ini diikuti ribuan massa dan relawan,” ujar Nurdin Hayat.
Dalam kontestasi Pilkades, setiap calon memiliki kesempatan untuk menyampaikan visi, misi, serta program yang ditawarkan kepada masyarakat. Karena itu, perhatian warga diharapkan tidak hanya tertuju pada kemeriahan kampanye, tetapi juga pada gagasan, rekam jejak, dan kemampuan calon dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Nurdin Hayat membawa visi untuk mewujudkan Desa Labansari yang bersih, aman, dan transparan melalui kebersamaan serta proses demokrasi yang berlangsung tanpa paksaan.
“Saya ingin Labansari menjadi desa yang bersih lingkungannya, aman warganya, dan transparan dalam setiap kebijakan. Semua kita capai dengan kebersamaan, bukan dengan paksaan,” katanya.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Nurdin Hayat mengusung misi membangun pemerintahan desa yang aman, damai, dan transparan serta melaksanakan pembangunan secara berkelanjutan.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu tawaran politik yang nantinya akan diuji melalui proses demokrasi. Jika memperoleh mandat dari masyarakat, visi dan misi tersebut juga akan menjadi bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan desa.
Kontestasi kepala desa memiliki karakter yang berbeda dengan politik di tingkat nasional. Para kandidat dan pemilih berada dalam lingkungan sosial yang relatif dekat. Mereka tidak hanya berhadapan sebagai pendukung calon yang berbeda, tetapi tetap menjadi tetangga dan bagian dari masyarakat yang sama.
Karena itu, kampanye damai diharapkan tidak hanya ditandai dengan iring-iringan kendaraan dan atribut dukungan. Esensi kampanye damai adalah kemampuan seluruh pihak untuk menjaga ketertiban, menghormati perbedaan pilihan, serta menerima hasil pemungutan suara dengan lapang dada.
Dengan demikian, pelaksanaan Pilkades Labansari diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, demokratis, dan tetap menjaga persatuan masyarakat desa.
(SM Migung)






