RS. AMANDA Mitra Keluarga Lemahabang Karawang Tabrak SOP Pemulasaraan Jenazah Covid-19

3419

dutapublik.com, KARAWANG – Pemerintah Pusat melalui Satgas Covid-19 telah menginstruksikan kepada semua Rumah Sakit untuk menyediakan dan menambah Tim Relawan Pemulasara untuk Jenazah terpapar Covid-19.

Namun, lain hal dengan RS. AMANDA Mitra Keluarga yang beralamat di Jl. Raya Buahaseum Desa Karya Mukti Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, pada Minggu (11/7), telah melakukan tindakan mengabaikan bahkan melanggar SOP Prokes Pemulasaraan Jenazah terpapar Covid-19 yang meninggal di Rumah Sakit.

Pasalnya, Pasien Covid-19 yang meninggal dunia atas nama Engking, warga Desa Lemahmukti Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang Jawa Barat, pada saat Pemulasaraan Jenazah dilakukan oleh pihak keluarga dan tidak dilakukan oleh Petugas RS. AMANDA Mitra Keluarga.

Padahal, Almarhum Engking meninggal dunia di RS. AMANDA Mitra Keluarga, pada Sabtu (10/7) sekitar pukul 22.45 Wib dengan riwayat positif Covid-19. Seharusnya proses Pemulasaraan Jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani dan lainnya, harus dilaksanakan oleh Petugas Rumah Sakit, di mana Pasien Covid-19 meninggal tersebut dirawat.

Wawan, selaku keluarga Almarhum, merasa kesal dan kecewa dengan perlakuan dari pihak RS. AMANADA Mitra Keluarga terhadap Almarhum Engking.

“Alamarhum masuk RS. AMANDA hari Kamis, 8 Juli 2021 malam. Sabtu, 10 Juli 2021 malam, meninggal. Dari pihak RS. AMANDA menyuruh pihak keluarga memandikan Almarhum.”

“Ini gimana sih pihak RS. AMANDA, masa pihak keluarga yang harus memandikan, sedangkan Almarhum dinyatakan positif dengan bukti hasil Swebnya ada. Seharusnya kan dari Petugas RS. AMANDA tugasnya yang memandikan pasien yang positif Covid-19,” ketusnya, kepada awak media dutapublik.com, di RS. AMANDA, pada Minggu (11/7).

Bukan hanya itu saja, Wawan menambahkan, bahwa pada Minggu (11/7) pagi, setelah Jenazah Almarhum selesai dimandikan, dikafani dan dimasukan ke dalam Peti Jenazah, Ia sangat marah ketika melihat Peti Jenazah berisi Almarhum Engking, dibiarkan tergeletak begitu saja di pelataran samping RS. AMANDA Mitra Keluarga kurang lebih 4 jam lamanya.

“Dari jam 6.00 Wib pagi sampai jam 10.00 Wib, Jenazah saudara saya yang sudah di dalam peti, dibiarkan begitu saja, dijemur di pelataran. Sungguh tidak berprikemanusiaan, tidak punya moral itu pihak RS. AMANDA. Saya tidak terima Jenazah saudara saya diperlakukan seperti itu,” geramnya.

Sementara itu, Kuswita selaku Ustad di Desa Lemahmukti yang ikut memulasara Jenazah Engking menuturkan, bahwa dirinya pada saat datang ke RS. AMANDA Mitra Keluarga langsung diberikan Kain Kafan oleh Petugas RS. AMANDA Mitra Keluarga dan Ia disuruh mengurus pemulasaraan Jenazah Engking.

“Saya datang ke RS. AMANDA sehabis sholat Subuh. Begitu saya sampai, saya langsung dikasih Kain Kafan oleh Petugas RS. AMANDA, disuruh mengkafani dan memandikan Jenazah. Saya kan ga tau apa-apa Pak tentang aturan Prokes pemulasaraan Jenazah Covid-19,” beber pria yang akrab dipanggil Engkus ini.

Karena merasa sebagai kewajiban dirinya menolong sesama, akhirnya Engkus dan 2 orang anggota keluarga Almarhum memandikan Jenazah, mengkafani dan sampai memasukannya ke dalam Peti Jenazah.

“Semua proses memandikan dan mengkafani Almarhum Engking, kami yang melakukan semuanya tanpa ada bantuan dari pihak RS. AMANDA. Petugas RS. AMANDA yang perempuan hanya datang melihat Jenzah di dalam Peti sebelum Petinya ditutup,” ungkapnya.

Terpisah, dr. Erwin selaku Direktur RS. AMANDA Mitra Keluarga melalui sambungan telpon selulernya kepada awak media dutapublik.com mengakui bahwa kejadian tersebut memang sudah melanggar SOP Prokes Covid-19.

“Sebenarnya SOP-nya tidak seperti itu. Harusnya dari tim kita yang memulasara Jenazah dan SOP yang benar adalah kita menyediakan Amil dan tim kita yang memandikan Jenazah sampai selesai. Terus dimasukan ke dalam kantung Jenazah dan Peti.”

“Setelah itu selesai, langsung dimasukan ke Ambulance, Sambil menunggu Koordinasi dengan tim Satgas Covid-19 datang. Itu SOP yang seharusnya,” urainya.

Sebagai bukti niat baik dari pihak RS. AMANDA Mitra Keluarga, dr. Erwin akan secepatnya mendatangi pihak keluarga Almarhum Engking, untuk meluruskan permasalahan tersebut. (Nendi Wirasasmita)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *