dutapublik.com, TANGGAMUS – Curah hujan yang tinggi selama 3 jam pada Rabu (4/8) malam, membuat jalan lintas tepatnya di Kecamatan Kelumbayan menuju Kiluan Negri lumpuh, akibat tertimbun material longsor.
Dari pantawan awak media yang turun langsung di lokasi, ada 4 (empat) titik lokasi longsor di KM 79-80, tepatnya di jalan Pegelungan Pemancar hingga Waymuli. Material longsoran yang berupa tanah, batu dan batang pepohonan menutupi seluruh badan jalan dengan ketinggian berkisar 50 cm hingga 1 meter.
Curah hujan yang tinggi tidak hanya menyebabkan longsor di beberapa titik, namun menyebabkan jalan berlubang dan bergelombang akibat terkikis aliran air hingga sulit untuk dilaluli kendaraan.
Mengingat tupukan material longsor yang ketebalannya mencapai 50 centi meter hingga 1 meter, maka di butuhkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan juga meratakan tanah yang bergelombang agar bisa dilalui kendaraan roda empat.
Sahruddin,warga Pekon/Desa Susuk yang kebetulan melintas hendak menuju ladang mengungkapkan kepada awak media, kemungkinan longsor terjadi di malam hari akibat curah hujan yang tinggi. Ia menambahkan bahwa warga tidak tahu kalau adanya longsor menutupi badan jalan.
“Warga sini tidak ada yang tahu kalau jalan yang biasa kami lalui menuju ladang tertutup longsor. Karena jalannya tertimbun longsor dan tidak bisa dilalui menggunakan kendaraan roda dua, banyak warga yang kembali ke rumah, tapi ada juga warga yang melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki,” ujarnya.
Dengan adanya peristiwa longsor tersebut, masyarakat Kelumbayan sangat berharap ada bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tanggamus untuk menurunkan alat berat guna membersihkan material longsor, mengingat jalan tersebut adalah akses utama menuju Kiluan Negri dan juga kendaraan roda empat untuk mengangkut hasil pertanian. (sarip)





